Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Pemprov Sulsel

Pemerintah Targetkan Nol Angka Miskin Ekstrem di Sulsel

badge-check

					Pemerintah Targetkan Nol Angka Miskin Ekstrem di Sulsel Perbesar

BERITA.NEWS,Makassar- Pemerintah menargetkan angka Nol atau Zero persentase Miskin Ekstrem di Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk 2024.

Kepala Dinas Sosial Pemprov Sulsel Malik Faisal mengatakan target pemerintah ini sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 tahun 2022 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

Malik Faisal mengatakan sampai akhir Desember 2023 mendatang terus di lakukan gempur miskin ekstrem.

“Sampai akhir Desember gempur  miskin ekstrem, karena hampir semua miskin ekstrem bagian fakir miskin, ini sesuai Inpres no 4 tahun 2022 target hingga bulan Desember 2024 nol miskin ekstrem, dan

untuk di provinsi Sulsel miskin ekstrem masih ada di angka 5 sampai 6 persen hingga menjadi harus nol, ini kemarin di Kabupaten Barru sudah diangka 0,3  persen sedikit mami,” ucapnya di Rumah Jabatan Gubernur. Rabu (21/2/24).

Baca Juga :  Hari Jadi ke-66, Gubernur Sulsel Dorong Parepare Jadi Percontohan Pengelolaan Sampah Terintegrasi

Lebih lanjut, Malik menjelaskan miskin ekstrem berbeda dengan fakir miskin karena melihat perhitungan pendapatan.

“Kalau fakir miskin ada lima indikatornya, kalau miskin ektrem tambah lagi pendapatannya yaitu dibawah dua dollar perhari kalau di konversi kerupiah  kurang lebih cuma 20 ribu perhari pendapatan kepala keluarga berarti miskin ekstrem.

Miskin ekstrem ini merataki banyak dikota seperti di Kota Palopo, Kota Pare-Pare serta Kota Makassar penyebanyaknya diantaranya karena hilang pendapatannya karena hilang pekerjaannya, jumlah penduduk yang  banyak, biaya hidup tinggi.

Miskin ekstrem ini juga dampak covid kemarin yang membuat banyak hilang perkejaan,  sudah miskin hilang pekerjaan lagi,”jelasnya.

Menurutnya upaya percepatan penanganan miskin ekstrem diantaranya melalui bantuan beras untuk ketahanan pangan.

“Miskin ektrem upaya zero banyak yang dilakukan termasuk bantuan beras untuk ketahanan pangan, kita harap dengan bantuan 10 kilo perkepala keluarga ini,

maka uangnya bisa dipakai hal lain tidak untuk beli beras, sekaligus tetap terbukanya lapangan serta bagiamana mensupport program pisang, nangka,

maupun lainnya supaya masyarakat punya mata pencaharian tambahan, kalau daya beli turun inflasi bisa naik,”pungkasnya.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Hari Jadi ke-66, Gubernur Sulsel Dorong Parepare Jadi Percontohan Pengelolaan Sampah Terintegrasi

14 April 2026 - 14:24 WITA

Hari Jadi Enrekang ke 66, Andi Sudirman Serahkan Bantuan Rp 10 M: Sejahterakan Masyarakat 

14 April 2026 - 08:13 WITA

Pengadaan Randis Lexus LM Sesuai Aturan dan Berbasis Efisiensi Aset

12 April 2026 - 05:51 WITA

UPT Jasa Layanan Kearsipan Sulsel Dorong Literasi Arsip Lewat Pameran Edukasi 

10 April 2026 - 15:31 WITA

Soroti Dugaan Penimbunan BBM, Sekda Sulsel Desak Aparat Tindak Tegas

7 April 2026 - 07:02 WITA

Trending di Pemprov Sulsel