Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Parepare

Pelayanan RSUD Andi Makkasau Parepare Dikomplain Warga, Dirut Janji Lakukan Evaluasi

badge-check

					RSUD Andi Makkasau Parepare. (Foto: Berita.News/ Wahyu) Perbesar

RSUD Andi Makkasau Parepare. (Foto: Berita.News/ Wahyu)

PAREPARE, BERITA.NEWS – Direktur RSUD Andi Makkasau Parepare, dr. Renny Anggraeni Sari, menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap pelayanan rumah sakit setelah muncul keluhan dari warga.

Hal ini diungkapkannya saat dihubungi oleh Berita.News melalui akun WhatsApp pribadinya pada Sabtu (28/12/2024).

“Kami akan melakukan evaluasi terkait kekecewaan warga tersebut,” ujar dr. Renny singkat.

Ia menjelaskan bahwa program pendaftaran online yang saat ini diterapkan di RSUD Andi Makkasau adalah kebijakan dari BPJS Kesehatan.

Pihak rumah sakit, kata Renny, hanya melaksanakan instruksi untuk mensosialisasikan sistem tersebut kepada masyarakat.

“Sebenarnya, program pendaftaran online itu merupakan program dari BPJS. Rumah sakit diminta mensosialisasikan program tersebut ke seluruh pengguna layanan,” jelasnya.

Warga Keluhkan Pelayanan

Sebelumnya, seorang warga bernama Kasim mengungkapkan kekecewaannya terhadap pelayanan RSUD Type B Andi Makkasau.

Menurutnya, petugas rumah sakit seperti “memaksa” warga untuk memiliki smartphone agar bisa melakukan pendaftaran online.

Baca Juga :  Wali Kota Parepare Sampaikan Duka atas Wafatnya Tokoh Pendidikan Prof. Siri Dangnga

“Saya sangat kecewa sekali dengan pelayanan di RS Andi Makkasau Parepare. Bayangkan, petugas di sana seakan-akan memaksa kami untuk memiliki HP Android agar bisa berobat,” keluh Kasim.

Ia menjelaskan, saat dirinya akan mengambil nomor antrean untuk pengobatan selanjutnya, petugas rumah sakit meminta agar ia mendaftar melalui aplikasi online.

Kasim merasa hal ini memberatkan, mengingat ia tidak memiliki ponsel pintar.

“Setelah berobat, saya diberitahu lagi oleh petugas yang berbeda agar mendaftar secara online untuk pengobatan selanjutnya. Saya sudah jelaskan bahwa saya tidak punya HP, tapi malah mendapatkan respons yang tidak mengenakkan, seperti ‘usahaki.’ Itu yang membuat saya kecewa,” ungkapnya dengan nada kesal.

Tanggapan RSUD Andi Makkasau

Menanggapi hal ini, dr. Renny memastikan bahwa pihaknya akan meninjau kembali kebijakan sosialisasi pendaftaran online, terutama dalam memperhatikan keterbatasan akses warga terhadap teknologi.

“Kami tidak bermaksud memberatkan masyarakat. Evaluasi akan dilakukan untuk memastikan layanan kami bisa lebih baik ke depannya,” pungkasnya.

Evaluasi dan Solusi

Kasus ini mencerminkan perlunya pendekatan yang lebih inklusif dalam penerapan program berbasis teknologi, terutama di sektor pelayanan kesehatan.

Dengan adanya komitmen dari pihak RSUD untuk mengevaluasi pelayanan, diharapkan masalah serupa tidak terjadi lagi dan masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan dengan lebih mudah. (*)

Loading

Comments

Baca Lainnya

Wali Kota Parepare Sampaikan Duka atas Wafatnya Tokoh Pendidikan Prof. Siri Dangnga

15 April 2026 - 20:04 WITA

wafat

Sambut HUT ke-66 Parepare, Tenaga Kesehatan PKM Lumpue Kompak Kenakan Busana Adat

14 April 2026 - 12:17 WITA

hut parepare

Gubernur Sulsel Hadiri Jalan Sehat “Gerak Itu Keren” di HUT ke-66 Parepare

12 April 2026 - 15:35 WITA

jalan-sehat

Tasming Hamid Lepas Kafilah MTQ Parepare, Tekankan Sportivitas dan Keikhlasan

11 April 2026 - 17:49 WITA

tasming-hamid

Peringatan HBP ke-62, Lapas Parepare Ajak Pegawai Donor Darah

8 April 2026 - 19:29 WITA

donor darah
Trending di Parepare