BERITA.NEWS, Sinjai – Dampak kemarau atau El Nino di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan menjadi ancaman serius bagi warga. Olehnya itu perlu antisipasi dini dari pihak pemerintah.
Salah satu dampak yang sangat dirasakan warga yakni ketersediaan air bersih yang saat ini mulai diresahkan. Sejumlah sumber air (sumur-red) warga mulai kering.

Informasi yang diimpun BERITA.NEWS, Selasa (10/10/2023), wilayah di Kabupaten Sinjai yang mengalami krisis air bersih berjumlagh 42 Desa.
Kepala Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Sinjai mengungkapkan jika sebelumnya desa yang terdampak berjumlah 39 yang kemudian bertambah tiga desa lagi.
“Dari laporan yang masuk, sudah 42 desa di tujuh kecamatan yang terdampak,” sebeut Budiaman kepada kepada wartawan di Sinjai.
Meski demikian kerjasama BPBD, PDAM dan PUPR Sinjai tak henti-hentinya mendistribusikan pasokan air bersih untuk memenuhi kebutuhan air di masyarakat.
Sementara itu, Direktur PDAM Tirta Sinjai Bersatu, Nasrullah Mustamin mengungkapkan pihaknya mempunyai kendala saat pendistribusian air bersih. Salah satunya adalah kondisi kendaraan yang berumur tua.
“Kendala mendasar adalah keterbatasan armada tangki yang cuman 2 unit itupun berumur sudah lebih 20 tahun,” bebernya
Namun hal itu kata Nasrullah, tidak menjadi kendala untuk menyuplai pasokan air bersih ditengah kebutuhan masyarakat di musim kemarau ini.
“Kemarin, ada 2 desa di wilayah sinjai timur, desa Salohe dan Kaloling yang kami distribusikan air bersih,” pungkasnya. ***
![]()





























