Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Parepare Kota Sehat Gabung WHO-SEARO

badge-check

					Tim Pemkot Parepare Kota Sehat Bergabung di Organisasi Kesehatan Internasional (dok) Perbesar

Tim Pemkot Parepare Kota Sehat Bergabung di Organisasi Kesehatan Internasional (dok)

BERITA.NEWS,Parepare- Pemkot Parepare perkuat status sebagai Kota Sehat dengan bergabung bersama jejaring Organisasi Kesehatan Internasional WHO-SEARO.

Organisasi WHO-SEARO kepanjangan dari World Health Organization -South-East Asia Region Healty City Network/HCN.

Bergabungnya Parepare tandai dengan rapat virtual atau zoom meeting sosialisasi jejaring Kota Sehat Kawasan Asia Tenggara di ruang rapat Bappeda Parepare, Kamis (12/10/2023).

Dalam rapat terungkap bahwa HCN atau Healty Cities Network merupakan strategis untuk mensinergikan tindakan multisektoral yang menangani faktor penentu kesehatan perkotaan.

HCN bertujuan memperkuat kota yang sehat dan tata kelola perkotaan untuk kesehatan dan kesejahteraan, mendorong pembelajaran pemerintah dalam memperkuat keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan lokal,

membangun kapasitas kota untuk menghasilkan bukti tentang kesehatan penduduk dan faktor penentunya.

Baca Juga :  Waspada El Nino, Kapolres Maros Serukan Siaga Kekeringan dan Kebakaran Hutan

‘Dengan bergabung HCN memperoleh tantangan dan dukungan oleh tenaga ahli, praktisi dan peneliti, mendapat peluang kolaborasi, dan adanya pengakuan sebagai kota yang sehat,” kata Tim Pembina Kota Sehat Parepare, Dede Alamsyah Wakkang.

Adapun tahapan mulai dari pengisian pendaftaran sebagai anggota HCN Asia Tenggara dengan pengisian form 1A dan 1B serta melampirkan dukungan peminatan dari Wali Kota dan surat dukungan organisasi kesehatan.

Kemudian dilakukan penilaian pre assessment terhadap sistem di perkotaan.

Selain itu, melakukan proses kegiatan dengan indikator penilaian Healty City, antara lain, tingkat jaminan sosial dan cakupan asuransi,

akses terhadap informasi kesehatan, kriminalitas, kematian akibat lalu lintas, kisaran rata-ratabaktivitas fisik pada kelompok usia dewasa, pengumpulan, pengangkutan, dan layanan TPA.

Lalu keamanan dalam lingkungan kerja, tingkat pengangguran, akses terhadap layanan air minum dasar, akses terhadap sanitasi dasar, akses listrik, ketersediaan dan desain publik, serta akses layanan kesehatan.

“Setelah dilaksanakan proses kegiatan dengan pendampingan WHO-SEARO, selanjutnya akan dilakukan akreditasi penilaian setiap 2 tahun,” kata Dede yang juga Kepala Bidang Perencanaan SDM dan Sosbud Bappeda Parepare.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Lapas Palopo Edukasi Warga Binaan Lewat Sosialisasi KUHP Baru

17 April 2026 - 18:47 WITA

Komitmen Tanpa Kompromi, Rutan Masamba Ikrar Bersih dari Narkoba dan Handphone

17 April 2026 - 12:43 WITA

Waspada El Nino, Kapolres Maros Serukan Siaga Kekeringan dan Kebakaran Hutan

15 April 2026 - 09:38 WITA

Kapolres Maros Dukung Gerakan Pangan, IKA PMII Siap Garap Lahan di Mallawa

14 April 2026 - 17:00 WITA

Rutan Masamba Diklaim Konsisten Razia, Aktivis Bantah Dugaan Pembiaran

14 April 2026 - 15:10 WITA

Trending di Daerah