Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Mengidap Tumor, Pemkab Gowa Tanggung Pengobatan Daeng Ngitung

badge-check

					Mengidap Tumor, Pemkab Gowa Tanggung Pengobatan Daeng Ngitung Perbesar

BERITA.NEWS, Gowa – Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Sosial dan pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syekh Yusuf Kabupaten Gowa akhirnya dapat menangani Marsuki Daeng Ngitung, Warga Desa Pabentengang, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa yang menderita tumor, Marsuki pun dikabarkan terkendala biaya saat di Rawat di RS.

Hal tersebut dibenarkan
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gowa, Syamsuddin Bidol saat dikonfirmasi, Senin (20/1/2020).

Syamsuddin mengatakan, Daeng Ngitung terkendala BPJS. Sehingga dirinya dikenakan biaya RS sesuai prosedur.

Dengan adanya laporan tersebut Pemkab Gowa mengaku segera mengambil tindakan untuk Daeng Ngitung dengan mendaftarkan di BPJS APBD Pemda.

“Setelah mendengar hal itu, kami langsung ke RS dan menyuruh keluarga Daeng Ngitung segera mendaftarkan di BPJS dengan memasukkan data di Dinsos. Tetapi meskipun telah mendaftar sistem BPJS harus tunggu 14 hari baru bisa aktif atau digunakan. Sehingga karena masyarakat kita ini kurang mampu dan memasuki kategori untuk dibantu maka sambil menuggu BPJSnya aktif segala biaya pengobatannya Pemkab yang tanggung,” ungkapnya.

Dikatakan Kadis Sosial, pihaknya sudah melakukan assesment bahwa pasien itu memang layak untuk didaftarkan oleh Pemkab. Sehingga dalam masa tunggu sampai BPJS aktif Pemkab Gowa akan menangani kebutuhan pasien.

Baca Juga :  Komitmen Tanpa Kompromi, Rutan Masamba Ikrar Bersih dari Narkoba dan Handphone

Lebih jauh, Syamsuddin menjelaskan, setelah dilakukan pemeriksaan pasien tersebut perlu dilakukan CT Scan menyeluruh agar bisa mengetahui penyakit Daeng Ngitung, sehingga tanpa berpikir panjang pihak RSUD Syekh yusuf segera mengirim pasien ke Rumah Sakit Akademis Makassar.

“Dari hasil ct scan tumornya sudah lama dan bahkan sudah mngenai tulang di telinganya,” jelasnya.

Olehnya, Syamsuddin menghimbau kepada masyarakat Gowa, sesuai dengan UU penanganan kemiskinan, apabila ada warga miskin yang tidak terdata oleh KIS boleh melaporkan ke Pemda dan pihaknya melakukan assesment atau pencatatan.

“Agar hal ini tidak terulang, bagi masyarakat Gowa yang secara dini terindikasi penyakit koronis dan kurang mampu agar segera dilaporkan apakah mempunyai bpjs apbd pemda atau tidak.l sehingga kami akan lakukan assesment secepat mungkin,” imbau Syamsuddin.

Sementara itu Direktur RSUD Syekh Yusuf, dr Salahuddin mengaku daru hasil ct scan menunjukkan osteomielitis yang luas sehingga perlu dilakukan perawatan lagi hingga Senin nanti untuk mengetahui kondisinya dari dokter yang melakukan perawata .

“Setelah kembali dari ct scan Sabtu Malam pukul 20:00, kami langsung melakukan perawatan, dan sementara pasien berada di ruang perawatan V kamar 2B,” jelas dr Salahuddin.

Sekadar diketahui, pasien tersebut pada hari Sabtu, pukul 10.00 diantar oleh Tim RSUD Syekh Yusuf bersama anggota Tagana Ramli Daeng Jarung ke RS Akademis makassar untuk CT Scan. Setelah selesai CT Scan Selanjutnya pasien kembali ke RSUD Syekh Yusuf dengan didampingi oleh isterinya dan saat ini sedang dilakukan perawatan.

  • Putri

Loading

Comments

Baca Lainnya

Lapas Palopo Edukasi Warga Binaan Lewat Sosialisasi KUHP Baru

17 April 2026 - 18:47 WITA

Komitmen Tanpa Kompromi, Rutan Masamba Ikrar Bersih dari Narkoba dan Handphone

17 April 2026 - 12:43 WITA

Waspada El Nino, Kapolres Maros Serukan Siaga Kekeringan dan Kebakaran Hutan

15 April 2026 - 09:38 WITA

Kapolres Maros Dukung Gerakan Pangan, IKA PMII Siap Garap Lahan di Mallawa

14 April 2026 - 17:00 WITA

Rutan Masamba Diklaim Konsisten Razia, Aktivis Bantah Dugaan Pembiaran

14 April 2026 - 15:10 WITA

Trending di Daerah