Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Ledakan di kantor Kejari Parepare, ini penyebabnya

badge-check

					Susana di depan kantor Kejari kota Parepare pasca ledakan. (BERITA.NEWS/Wahyu Adi Saputra) Perbesar

Susana di depan kantor Kejari kota Parepare pasca ledakan. (BERITA.NEWS/Wahyu Adi Saputra)

BERITA.NEWS, Parepare – Ledakan yang terjadi di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Parepare disebabkan oleh barang bukti Detonator bom ikan yang dimusnahkan pada September silam.

Kasi Intel Kejari Parepare, Amiruddin mengatakan, ledakan yang terjadi di belakang rumah jabatan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) dan Kasi Intel Kejari Parepare merupakan Detonator.

“Ledakan itu merupakan barang bukti Detonator bom ikan yang telah dimusnahkan dengan cara di tanam dan di cor,” ungkap Amir, Selasa (19/11).

Amir menjelaskan, Ledakan terjadi sekitar pukul 14:55 WITA. Pada kejadian tersebut, tidak ada korban jiwa namun plafon dan kaca bagian belakang rumah dinas Kajari dan Kasi Intel mengalami kerusakan.

Hingga berita ini diturunkan, tim dari Gegana masih berada di lokasi kejadi. Lokasi terjadinya ledakan pun masih diberikan garis polisi.

  • Wahyu Ady Saputra

Loading

Comments

Baca Lainnya

Lapas Palopo Edukasi Warga Binaan Lewat Sosialisasi KUHP Baru

17 April 2026 - 18:47 WITA

Komitmen Tanpa Kompromi, Rutan Masamba Ikrar Bersih dari Narkoba dan Handphone

17 April 2026 - 12:43 WITA

Waspada El Nino, Kapolres Maros Serukan Siaga Kekeringan dan Kebakaran Hutan

15 April 2026 - 09:38 WITA

Kapolres Maros Dukung Gerakan Pangan, IKA PMII Siap Garap Lahan di Mallawa

14 April 2026 - 17:00 WITA

Rutan Masamba Diklaim Konsisten Razia, Aktivis Bantah Dugaan Pembiaran

14 April 2026 - 15:10 WITA

Trending di Daerah