Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Kuota PPDB Jenjang SMP di Parepare Masih Kosong 1.145 Kursi, Ini Penyebabnya

badge-check

					ilustrasi: net Perbesar

ilustrasi: net

BERITA.NEWS, Parepare – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Parepare menyebut kuota jenjang penerimaan peserta didik baru (PPDB) jalur SMP masih banyak kosong. Ada 1.145 kursi masih kosong di Kota Parepare.

“Data kami, jumlah tamatan SD dan MI negeri dan swasta tahun ini di Parepare, ada 2.565 orang. Tapi setelah pendaftaran ke SMP, hanya 1.762 orang yang mendaftar. Ditambah yang mendaftar non reguler tamat di bawah 2020 dan pindah domisili, 101 orang, total pendaftar di SMP hanya 1.863 dari kuota 3.008 kursi. Berarti ada 1.145 kursi lowong atau kosong,” ungkap Plt Kepala Disdikbud Parepare, Arifuddin Idris, Jumat, (10/7/2020), mengutip Detikcom.

Setelah dilakukan penelusuran, ternyata ada 803 anak atau siswa yang tidak mendaftar ke SMP umum. Dari jumlah 803 itu, ada 328 anak memilih mendaftar ke pesantren dan 205 mendaftar Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Parepare. Totalnya 533 anak yang masuk ke pesantren dan MTs.

“Itu kita pertanyakan langsung ke SD asal dan orang tuanya. Ternyata diketahui ada yang mendaftar ke pesantren di Mangkoso, Sidrap. Dan sekolah Madrasah di Parepare,” beber Arifuddin.

Baca Juga :  Kapolres Maros Dukung Gerakan Pangan, IKA PMII Siap Garap Lahan di Mallawa

Sisanya dari hasil penelusuran, 154 anak memilih sekolah di luar Parepare, tanpa keterangan 22 orang, tidak lanjut sekolah 26 orang, belum mendaftar 43 orang, dan SMP tidak terdaftar 25 orang.

“Sehingga keseluruhan ada 803 siswa yang tidak mendaftar ke SMP umum. Kalau diratakan 32 siswa perkelas, maka yang hilang itu 25 kelas atau Rombel. Inilah penyebab kurangnya pendaftar di SMP umum, khususnya dari jalur zonasi. Sehingga jalur lainnya yakni prestasi kita maksimalkan,” terang Arifuddin.

Arifuddin menekankan, fenomena banyaknya siswa yang memilih mendaftar di sekolah keagamaan dibanding sekolah umum ini patut dicermati.

“Pastinya ada kelebihan di sekolah keagamaan, sehingga menjadi pilihan siswa. Inilah yang harus dicermati sekolah-sekolah umum. Buatlah inovasi khususnya di bidang keagamaan supaya sekolah umum juga diminati. Perbanyak kegiatan religiusitas seperti pengajian dan lainnya di sekolah umum. Sekaligus mendukung Parepare sebagai Kota Santri dan Ulama,” harap Arifuddin.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Komitmen Tanpa Kompromi, Rutan Masamba Ikrar Bersih dari Narkoba dan Handphone

17 April 2026 - 12:43 WITA

Waspada El Nino, Kapolres Maros Serukan Siaga Kekeringan dan Kebakaran Hutan

15 April 2026 - 09:38 WITA

Kapolres Maros Dukung Gerakan Pangan, IKA PMII Siap Garap Lahan di Mallawa

14 April 2026 - 17:00 WITA

Rutan Masamba Diklaim Konsisten Razia, Aktivis Bantah Dugaan Pembiaran

14 April 2026 - 15:10 WITA

Sikap Tebang Pilih Penilaian Korwil SPPG Maros Jadi Sorotan, hingga Abaikan Juknis

8 April 2026 - 02:55 WITA

Trending di Daerah