Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Pemprov Sulsel

Korban Pelecehan Seksual Anak di Jeneponto Jalani Perawatan Intensif di RS Unhas

badge-check

					Korban Pelecehan Seksual Anak di Jeneponto Jalani Perawatan Intensif di RS Unhas Perbesar

BERITA.NEWS,Makassar– Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-Dalduk KB) Provinsi Sulsel lakukan pendampingan korban pelecehan seksual anak asal Jeneponto.

UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) DP3A-Dalduk KB Provinsi saat tengah mendampingi dan memantau kondisi SM, anak berusia 7 tahun asal Jeneponto.

Saat ini korban tengah menjalani perawatan dan observasi di Ruang Perawatan Anak Rumah Sakit Unhas di dampingi Ibu korban dan

Kepala Seksi Tindak Lanjut UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sulsel.

“Kondisi terkini korban saat ini masih dalam pantauan, juga sudah lakukan pemeriksaan laboratorium untuk diagnosa

supaya segera bisa tindaki hari ini,” kata Kepala UPT PPA Dinas Sulsel, Meisy Papayungan, Senin, (1/7/2022).

Meisy mengatakan, korban pelecehan dirujuk dari Kabupaten Jeneponto pada Senin (1/7) pukul 4 subuh. Kemudian korban segera mendapat pendampingan UPT PPA Sulsel jalani perawatan medis di RS Unhas.

“Pasien rujuk jam 4 subuh, kami terima informasi jam 6 pagi segera sudah ada tim di sana, ada kepala Seksi Tindak Lanjut UPT PPA Sulsel,

kemudian tadi juga saya berkoordinasi langsung dengan pihak rumah sakit untuk bagaimana penganan selanjutnya,” tutur Meisy.

Ia melanjutkan, selain berfokus pada tindakan medis. Pihak UPT PPA juga mendampingi Ibu korban baik dalam berkonsultasi dengan pihak rumah sakit maupun menyediakan kebutuhan spesifik bagi korban dan keluarganya.

“Sekarang ini kami fokus pendampingan untuk tindakan medis korban, kami juga mendampingi keluarga yakni orang tua korban,

karena tidak tau tindakan-tindakan apa jika konsul dengan dokter, beliau juga masih trauma dan sedih kaget anaknya menjadi korban,” tutur Meisy.

“Kami juga sudah antisipasi dengan menyediakan kebutuhan spesifik, baik pakaian, susu, apapun kebutuhan spesifik kami sudah siapkan,”sebutnya.

Meisy mengatakan korban saat ini masih lebih banyak diam. Pihaknya pun melakukan upaya pendekatan psikologi.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Hari Jadi ke-66, Gubernur Sulsel Dorong Parepare Jadi Percontohan Pengelolaan Sampah Terintegrasi

14 April 2026 - 14:24 WITA

Hari Jadi Enrekang ke 66, Andi Sudirman Serahkan Bantuan Rp 10 M: Sejahterakan Masyarakat 

14 April 2026 - 08:13 WITA

Pengadaan Randis Lexus LM Sesuai Aturan dan Berbasis Efisiensi Aset

12 April 2026 - 05:51 WITA

UPT Jasa Layanan Kearsipan Sulsel Dorong Literasi Arsip Lewat Pameran Edukasi 

10 April 2026 - 15:31 WITA

Soroti Dugaan Penimbunan BBM, Sekda Sulsel Desak Aparat Tindak Tegas

7 April 2026 - 07:02 WITA

Trending di Pemprov Sulsel