Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Korban Banjir Bandang Luwu Utara Bertambah Jadi 24 Orang Meninggal dan 69 Hilang

badge-check

					Petugas mengevakuasi korban banjir bandang. Polda Sulsel menerjunkan Tim DVI untuk membantu proses identifikasi korban meninggal. (net) Perbesar

Petugas mengevakuasi korban banjir bandang. Polda Sulsel menerjunkan Tim DVI untuk membantu proses identifikasi korban meninggal. (net)

BERITA.NEWS, Luwu Utara – Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani memperbarui laporan data korban banjir bandang di Kota Masamba dan kecamatan di sekitarnya. Pagi ini, 24 orang dilaporkan meninggal dunia dan 69 masih hilang.

“Data terakhir yang meninggal dunia 24 orang, yang hilang 69,” kata Indah di Masamba, Kamis (16/7/2020), mengutip Detikcom.

Banjir bandang yang menerjang 6 kecamatan di Luwu Utara pada Senin (13/7) lalu berdampak pada 4.202 kepala keluarga (KK) atau 15. 994 jiwa. Data BPBD Luwu Utara sementara ini, terdapat 603 kepala keluarga, atau sebanyak 20.402 Jiwa yang mengungsi.

Saat ini terdata ada 39 titik pengungsian, dimana 20 titik didirikan Pemda Luwu Utara. Indah mengatakan, ada titik pengungsian yang berada di pegunungan sehingga hanya bisa diakses kendaraan roda dua untuk mengantar logistik.

Baca Juga :  Komitmen Tanpa Kompromi, Rutan Masamba Ikrar Bersih dari Narkoba dan Handphone

“Ada beberapa yang memang hanya dapat dijangkau dengan roda dua seperti di daerah pegunungan di Kota Masamba, mengingat memang aksesnya terputus, jadi jembatan beton dan jembatan gantungnya itu terputus, jadi kami coba mencari jalan alternarif melalui daerah pegunungan yang lain,” tuturnya.

Terpisah, Kepala BPBD Lutra Muslim menyebut saat ini pihaknya masih fokus mencari korban hilang dengan tim gabungan yang dipimpin Basarnas.

“Untuk fokus pada hari ini kami masih mencari orang hilang. Dari data yang ada, 69 orang hilang, kemudian yang diketemukan meninggal itu ada 24 orang, kemudian di antaranya (yang meninggal) tidak teridentifikasi,” imbuhnya.

Terkait warga yang mengungsi, Muslim mengatakan warga pengungsi saat ini membutuhkan makanan siap saji untuk 2 sampai 3 hari ke depan.

“Ini semua (titik pengungsian) membutuhkan suplai makanan baik makanan siap saji maupun makanan berupa makanan yang bisa dimakan untuk sampai 2-3 hari ke depan,” imbuhnya.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Lapas Palopo Edukasi Warga Binaan Lewat Sosialisasi KUHP Baru

17 April 2026 - 18:47 WITA

Komitmen Tanpa Kompromi, Rutan Masamba Ikrar Bersih dari Narkoba dan Handphone

17 April 2026 - 12:43 WITA

Waspada El Nino, Kapolres Maros Serukan Siaga Kekeringan dan Kebakaran Hutan

15 April 2026 - 09:38 WITA

Kapolres Maros Dukung Gerakan Pangan, IKA PMII Siap Garap Lahan di Mallawa

14 April 2026 - 17:00 WITA

Rutan Masamba Diklaim Konsisten Razia, Aktivis Bantah Dugaan Pembiaran

14 April 2026 - 15:10 WITA

Trending di Daerah