Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Kenapa PSBB Gowa Tidak Dilanjutkan?

badge-check

					Kenapa PSBB Gowa Tidak Dilanjutkan? Perbesar

BERITA.NEWS, Gowa – Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengumumkan tidak akan melanjutkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Dimana PSBB Gowa berlangsung sejak 4 Mei 2020, dan berakhir pada Minggu 17 Mei 2020 hari ini.

Keputusan itu diambil setelah sebelumnya melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

“PSBB Gowa Insya Allah berakhir Minggu, tepat 14 hari PSBB. Kesepakatan kami bersama Forkopimda bahwa PSBB Gowa tidak dilanjutkan dan akan berakhir tgl 17,” kata Adnan saat memberikan keterangan pers virtual, pada Sabtu, (16/5/2020).

Ada dua alasan PSBB tidak dilanjutkan. Pertama adalah perihal biaya yang tidak sedikit dan kebijakan pemerintah pusat yang harus linear dengan kebijakan Pemkab.

“Khusus ketersediaan logistik, biaya PSBB tidak ringan. Anggaran cukup banyak. Beberapa tempat pengadaan logistik sudah naik harganya sekarang menjelang lebaran. Tidak mungkin kita perpanjang sedang jaringan pengaman sosial tidak memungkinkan,” kata dia.

Ia mengatakan, Pemkab Gowa sempat menunda pemberlakuan PSBB pada akhir April lalu karena ingin memastikan kebutuhan pangan masyarakat. Selain itu, katanya, Pemkab Gowa bersama DPRD Gowa melakukan realokasi APBD Gowa 2020 ketika melaksanakan PSBB tahap pertama.

“Kalau kita lanjutkan, revisi lagi anggaran yang jumlahnya tidak sedikit. Sehingga berbicara kemampuan anggaran Gowa, ini yang menurut kami cukup berat untuk bisa melanjutkan PSBB,” tambahnya.

Sementara untuk kebijakan di internal pemerintah, Adnan mengungkap orientasi dalam menangani pendemi Covid-19 tidak boleh berseberangan. Adnan mengaku melihat kebijakan pemerintah pusat yang mulai melonggarkan transportasi seperti pembukaan bandara.

“Pandangan kami, kalau kita tetap lakukan PSBB, terjadi kontradiksi. Padahal pemerintah harus linear, mulai dari pemerintah pusat, tingkat provinsi kabupaten, kecamatan, sampai tingkat desa. Sehingga ini pertimbangan kita tidak lagi melanjutkan PSBB Gowa,” tandasnya.

  • Putri

Loading

Comments

Baca Lainnya

Lapas Palopo Edukasi Warga Binaan Lewat Sosialisasi KUHP Baru

17 April 2026 - 18:47 WITA

Komitmen Tanpa Kompromi, Rutan Masamba Ikrar Bersih dari Narkoba dan Handphone

17 April 2026 - 12:43 WITA

Waspada El Nino, Kapolres Maros Serukan Siaga Kekeringan dan Kebakaran Hutan

15 April 2026 - 09:38 WITA

Kapolres Maros Dukung Gerakan Pangan, IKA PMII Siap Garap Lahan di Mallawa

14 April 2026 - 17:00 WITA

Rutan Masamba Diklaim Konsisten Razia, Aktivis Bantah Dugaan Pembiaran

14 April 2026 - 15:10 WITA

Trending di Daerah