Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Parepare

Keluarga Tahanan Narkoba yang Meninggal di Polres Parepare Minta Autopsi oleh Dokter Independen

badge-check

					Konfrensi Pers Kasus Tahanan Narkoba Polres Parepare yang Meninggal Dunia. (Foto: Berita.News/ Wahyu) Perbesar

Konfrensi Pers Kasus Tahanan Narkoba Polres Parepare yang Meninggal Dunia. (Foto: Berita.News/ Wahyu)

BERITA.NEWS, Parepare – Keluarga tahanan kasus narkoba Polres Parepare yang meninggal dunia beberapa waktu lalu menyatakan kesiapannya untuk menempuh jalur autopsi guna membuktikan kecurigaan terhadap penyebab kematian kerabat mereka.

Langkah ini diambil setelah Kapolres Parepare, AKBP Arman Muis, dalam konferensi pers sebelumnya, membuka ruang bagi keluarga untuk melakukan autopsi terhadap jenazah.

Menanggapi pernyataan tersebut, pihak keluarga menyambut baik kesempatan itu dan menyatakan siap menempuh proses autopsi, namun dengan syarat dilakukan oleh dokter yang independen dan bukan dari institusi kepolisian.

“Siap sekali, untuk membuktikan itu semua kami siap. Dengan catatan, bukan dokter polisi, harus dokter yang independen,” ujar Agussalim, kakak dari MR, tahanan yang meninggal dunia, saat diwawancarai oleh BERITA.NEWS.

Ia menambahkan bahwa keinginan untuk melibatkan dokter dari luar institusi kepolisian bertujuan menghindari potensi kecurigaan terhadap hasil autopsi.

“Jika dokter polisi, kita curiga lagi,” katanya.

Agussalim juga mengusulkan agar dokter dari Universitas Hasanuddin (Unhas) yang memiliki kredibilitas dan independensi ditunjuk untuk melakukan proses autopsi.

“Kalau bisa, dokter dari Unhas untuk melakukan autopsi. Dengan catatan lagi, harus yang independen dan kredibel,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Agussalim menegaskan bahwa proses autopsi akan difokuskan pada pemeriksaan penyakit tumor paru, yang sebelumnya disebut oleh pihak Polres Parepare sebagai penyebab kematian MR.

“Jadi, yang perlu dibuktikan nantinya itu adalah penyakit tumor parunya. Karena itu merupakan satu-satunya alasan adik saya meninggal dunia,” tegasnya.

Hingga kini, pihak keluarga masih dalam proses persiapan dan berkoordinasi untuk mendatangkan tim medis independen guna melakukan autopsi sebagai upaya mencari kebenaran atas kematian MR.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Wali Kota Parepare Sampaikan Duka atas Wafatnya Tokoh Pendidikan Prof. Siri Dangnga

15 April 2026 - 20:04 WITA

wafat

Sambut HUT ke-66 Parepare, Tenaga Kesehatan PKM Lumpue Kompak Kenakan Busana Adat

14 April 2026 - 12:17 WITA

hut parepare

Gubernur Sulsel Hadiri Jalan Sehat “Gerak Itu Keren” di HUT ke-66 Parepare

12 April 2026 - 15:35 WITA

jalan-sehat

Tasming Hamid Lepas Kafilah MTQ Parepare, Tekankan Sportivitas dan Keikhlasan

11 April 2026 - 17:49 WITA

tasming-hamid

Peringatan HBP ke-62, Lapas Parepare Ajak Pegawai Donor Darah

8 April 2026 - 19:29 WITA

donor darah
Trending di Parepare