Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Makassar

Keluarga Bawa Pulang Jenazah COVID-19 dari RSUD Daya, Kapolda: Kita Akan Selidiki

badge-check

					Kapolda Sulsel, Irjen Guntur Laupe (Ibnu-detik) Perbesar

Kapolda Sulsel, Irjen Guntur Laupe (Ibnu-detik)

BERITA.NEWS, Makassar – Polisi mengusut keluarga yang membawa pulang jenazah pasien positif virus Corona (COVID-19) dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya, Makassar. Ini buntut dari Dirut RSUD Daya Makassar yang dicopot dari jabatannya di kasus ini.

“Kita akan selidiki seperti apa penyebab bersangkutan mengambil tindakan, seperti juga kepala rumah sakitnya sudah ada tindakan Pak Gubernur menonaktifkan sementara, dan tentu kita akan melibatkan, ada tindakannya yang lainnya juga, dan sudah ditangani Polrestabes Makassar,” kata Kapolda Sulsel, Irjen Guntur Laupe, di Mapolda Sulsel, Rabu (1/7/2020), mengutip Detikcom.

Guntur mengatakan saat ini pihaknya sudah memanggil dan memeriksa beberapa pihak. Dia juga menyebut pihaknya tetap mengedepankan protokol kesehatan dalam memeriksa beberapa saksi.

“Saya kira sudah (Panggil) karena mekanisme ada izin dulu, setelah itu mungkin baru kita periksa yang bersangkutan. Sebenarnya tidak boleh, kita harus ikuti protokol kesehatan, tidak bisa seperti itu, itu namanya bertindak sendiri,” ucapnya.

Baca Juga :  WFH Pemkot Makassar, Munafri Gowes Bareng SKPD Pantau Kebersihan Kota

Untuk diketahui, Pj Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin menonaktifkan Direktur Utama RSUD Daya, Dokter Ardin Sani, dari jabatannya. Keputusan itu diambil setelah adanya pembiaran jenazah pasien positif virus Corona dibawa pulang keluarga.

“Keputusan ini diambil oleh Pak Wali setelah melalui pertimbangan yang matang, di mana protokol kesehatan yang berlaku hukumnya wajib untuk ditegakkan di tengah masyarakat. Apalagi saat ini pandemi COVID-19 di Makassar semakin hari semakin meningkat,” ujar Asisten Pemerintahan Kota Makassar, Sabri, dalam keterangan tertulis, Selasa (30/6).

Peristiwa pembiaran jenazah pasien COVID-19 dibawa keluarga itu terjadi pada Sabtu (27/6) lalu di RSUD Daya, yang merupakan rumah sakit milik Pemkot Makassar. Sebagai penggantinya, Rudy menunjuk Drg Hasni sebagai pelaksana harian. Hasni sebelumnya menjabat Wakil Direktur Pelayanan Medik RSUD Daya.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Mensos RI Tinjau Fasilitas Sekolah Rakyat MA 26 Makassar

18 April 2026 - 14:18 WITA

Gunakan Fasum Selama 30 Tahun, Lapak PKL di Jalan Tinumbu Bongkar Mandiri

18 April 2026 - 10:15 WITA

Antisipasi Kemarau Panjang, Damkar Makassar Siagakan 7 Posko & 60 Armada

17 April 2026 - 18:20 WITA

Menuju 10 Besar, 68 Peserta Ikuti Seleksi Komisioner BAZNAS Makassar

17 April 2026 - 14:13 WITA

WFH Pemkot Makassar, Munafri Gowes Bareng SKPD Pantau Kebersihan Kota

17 April 2026 - 13:45 WITA

Trending di Makassar