Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Hukum dan Kriminal

Kasus Tembakau Sintetis Diduga Libatkan Pelajar, Satresnarkoba Polres Sinjai Dinilai Kurang Transparan

badge-check

					Tembakau Sintetis. (Foto: Ilustrasi/ aladokter.com) Perbesar

Tembakau Sintetis. (Foto: Ilustrasi/ aladokter.com)

BERITA.NEWS, Sinjai – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Sinjai dikabarkan berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan tembakau sintetis yang melibatkan dua pelajar.

Kedua terduga pelaku yang masih di bawah umur, masing-masing disebut sebagai siswa SMA dan SMP, saat ini dikenakan wajib lapor ke Polres Sinjai.

Informasi awal diperoleh dari sumber warga yang enggan disebutkan identitasnya. Ia menyebut bahwa pelajar tersebut berasal dari jenjang SMA dan SMP.

“Infonya saya dengar itu, satu pelajar SMA dan satu lagi pelajar SMP,” ujarnya, Sabtu (10/5/2025).

Namun, upaya media ini untuk menggali informasi lebih dalam menghadapi kendala.

Kasat Narkoba Polres Sinjai, AKP Muh. Yusuf, justru memilih irit bicara dan enggan memberikan penjelasan.

Ia hanya menyarankan agar konfirmasi dilakukan kepada Kanit Sidik Satresnarkoba, tanpa memberikan keterangan substansi.

“Sama Kanit Sidik, saya perjalanan pulang dari ke BLK dari Makassar,” katanya singkat.

Sikap tertutup ini menuai sorotan tajam dari publik. Warga menilai seharusnya pihak kepolisian bersikap lebih terbuka dalam menyampaikan informasi.

Seban ini menurutnya, ini menyangkut kepentingan masyarakat, terutama dalam kasus sensitif yang melibatkan anak di bawah umur.

“Kalau memang sudah ada penangkapan atau penanganan kasus, mestinya polisi memberi informasi jelas agar tidak muncul spekulasi di masyarakat. Apalagi ini menyangkut pelajar, sangat penting untuk diketahui agar jadi pembelajaran bagi orang tua dan sekolah,” ujar Herman, seorang tokoh masyarakat di Sinjai.

Kritik serupa juga datang dari pengamat sosial, Nur Aini. Ia menilai Satresnarkoba kurang sigap dalam komunikasi publik.

“Bukan hanya soal penindakan, tapi bagaimana mereka mengedukasi dan memberi kejelasan agar masyarakat merasa dilindungi dan tidak menerka-nerka,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Sinjai, AKBP Harry Azhar, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon membenarkan adanya pengungkapan kasus tersebut.

Namun, ia juga mengaku belum mengetahui secara detail identitas pelaku maupun waktu kejadian.

“Iyya betul, kalau tidak salah dua orang,” katanya singkat.

Minimnya keterangan dari pihak kepolisian memunculkan pertanyaan tentang keseriusan penanganan kasus narkotika di lingkungan pelajar.

Keterbukaan informasi dinilai penting untuk membangun kepercayaan publik dan mencegah penyebaran informasi yang simpang siur.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan pernyataan resmi secara rinci terkait identitas dan kronologi kasus tersebut.

Publik berharap kasus ini dapat ditangani secara profesional, transparan, dan melibatkan pendekatan perlindungan terhadap anak.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Polres Sinjai Tertibkan Arena Judi Sabung Ayam, Pelaku Diduga Melarikan Diri

14 April 2026 - 21:10 WITA

sabung-ayam

Dua Pelaku Penganiayaan di Turatea Jeneponto Diamankan, Polisi Buru Pelaku Lain

14 April 2026 - 19:12 WITA

penganiayaan

Wartawan di Sinjai Diintimidasi Usai Liput Penyaluran BBM Subsidi di SPBU, Said Mattoreang Lapor Polisi

14 April 2026 - 16:02 WITA

jurnalis

Penyidikan Sejak Awal 2025, Polres Sinjai Belum Umumkan Tersangka Kasus Ceklok Disdik

14 April 2026 - 15:36 WITA

korupsi

Kasus Batik ASN Pemkab Sinjai Dihentikan! Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan di Baliknya

14 April 2026 - 10:05 WITA

kain-batik
Trending di Hukum dan Kriminal