Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Kasus Pasien COVID-19 Asal Sulsel yang Kabur di Palu Diharapkan Tidak Terulang

badge-check

					Pelaksana Tugas Direktur Utama Rumah Sakit Umum Anutapura Palu Herry Mulyadi (kiri) dalam konfrensi pers di Posko Satgas Penanganan dan Pencegahan COVID-19 Kota Palu memperlihatkan foto pasien COVID-19 asal Kabupaten Takalar yang kabur saat menjalani isolasi di RSU Anutapura Palu, Jumat malam (19/6/2020). (ANTARA/HO-Humas Pemkot Palu) Perbesar

Pelaksana Tugas Direktur Utama Rumah Sakit Umum Anutapura Palu Herry Mulyadi (kiri) dalam konfrensi pers di Posko Satgas Penanganan dan Pencegahan COVID-19 Kota Palu memperlihatkan foto pasien COVID-19 asal Kabupaten Takalar yang kabur saat menjalani isolasi di RSU Anutapura Palu, Jumat malam (19/6/2020). (ANTARA/HO-Humas Pemkot Palu)

BERITA.NEWS, Palu – Kepala Dinas Kesehatan Palu berharap kasus pasien COVID-19 yang kabur saat sedang menjalani isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Anutapura, Palu, tidak terulang, menjadi kasus yang pertama dan terakhir.

“Saya tidak mau menyalahkan siapapun namun yang pasti ini terjadi karena ada kelalaian. Ini jadi pelajaran bagi semua pihak agar tidak terulang,” katanya, Sabtu (20/6/2020), mengutip Antara.

RSUD Anutapura yang merupakan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinkes Palu telah menerapkan penjagaan dan pengamanan ruang isolasi COVID-19 sesuai standar Protokol Penanganan dan Pencegahan COVID-19 Kementerian Kesehatan, ujarnya.

Tim yang terdiri dari unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan penjagaan 24 jam secara bergilir.

“Tapi saya juga bingung kenapa dia bisa kabur. Yang lebih tahu Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama (Dirut) RSUD Anutapura drg.Herry Mulyadi karena yang bertanggung jawab atas segala sesuatu yang terjadi di sana,”ujarnya.

Saat ini, lanjutnya, seluruh petugas dan relawan kesehatan yang berada di pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), yang tergabung di Posko Satuan Tugas (Satgas) Penanganan dan Pencegahan COVID-19 Kota Palu di kelurahan, kecamatan hingga perbatasan keluar masuk Palu telah bergerak mencari pasien bernama Sy asal Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan itu.

Baca Juga :  Komitmen Tanpa Kompromi, Rutan Masamba Ikrar Bersih dari Narkoba dan Handphone

“Yang kami khawatirkan kalau dia belum sembuh kemudian menularkan dan menyebarkan COVID-19 ke orang-orang yang berinteraksi dengan dia. Kita tidak tahu apakah dia di luar sana sudah bertemu dengan siapa, naik kendaraan apa dan kemana saja,” ucapnya.

Sementara itu, Dirut RSUD Anutapura, drg.Herry Mulyadi dalam konferensi pers di Posko Satgas Penanganan dan Pencegahan COVID-19, Jumat malam menyebut Sy kabur pada Jumat pagi dan belum ditemukan hingga kini.

“Dia dirawat sejak 14 Juni. Sejak diisolasi dia mengeluh minta pulang dan dirawat di Makassar atau di kampung halamannya saja karena istrinya tidak lama lagi melahirkan,” katanya.

Ia meminta masyarakat agar waspada dan segera mengamankan dan melaporkan kepada pihak berwajib jika menemukan pasien tersebut agar ia kembali melanjutkan perawatan di rumah sakit milik Pemerintah Kota Palu itu.

. Antara

Loading

Comments

Baca Lainnya

Lapas Palopo Edukasi Warga Binaan Lewat Sosialisasi KUHP Baru

17 April 2026 - 18:47 WITA

Komitmen Tanpa Kompromi, Rutan Masamba Ikrar Bersih dari Narkoba dan Handphone

17 April 2026 - 12:43 WITA

Waspada El Nino, Kapolres Maros Serukan Siaga Kekeringan dan Kebakaran Hutan

15 April 2026 - 09:38 WITA

Kapolres Maros Dukung Gerakan Pangan, IKA PMII Siap Garap Lahan di Mallawa

14 April 2026 - 17:00 WITA

Rutan Masamba Diklaim Konsisten Razia, Aktivis Bantah Dugaan Pembiaran

14 April 2026 - 15:10 WITA

Trending di Daerah