Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Nasional

Kasus COVID-19 Bertambah 1.671, Pasien Sembuh Bertambah 1.190

badge-check

					ilustrasi: net Perbesar

ilustrasi: net

BERITA.NEWS, Jakarta – Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan jumlah kasus positif COVID-19 pada Sabtu (11/7/2020) pukul 12.00 WIB bertambah 1.671 menjadi total 74.018 dan pasien yang sembuh dari penyakit tersebut bertambah 1.190 menjadi total 34.719 orang.

Saat menyampaikan keterangan dalam jumpa pers kasus Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Jakarta, dia menjelaskan bahwa penambahan kasus COVID-19 paling banyak terjadi di Jawa Timur dengan 409 kasus baru disusul DKI Jakarta dengan 378 kasus baru.

Penambahan kasus COVID-19 juga terjadi di Sulawesi Selatan (180 kasus baru), Jawa Tengah (100 kasus baru), Sumatera Utara (87 kasus baru), Kalimantan Selatan (79 kasus baru), dan Jawa Barat (73 kasus baru).

“Hari ini, 18 provinsi melaporkan kasus baru di bawah 10 dan enam provinsi tanpa kasus sama sekali yaitu Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Lampung, dan Nusa Tenggara Timur,” kata Achmad Yurianto.

Ia menjelaskan pula bahwa jumlah pasien yang sembuh dari COVID-19 juga bertambah, paling banyak di Jawa Timur (318) disusul DKI Jakarta (215), Sulawesi Selatan (176), Kalimantan Selatan (75), Jawa Tengah (50), Jawa Barat (28), dan Sumatera Utara (16).

Sementara jumlah pasien yang meninggal dunia akibat COVID-19 bertambah 66 menjadi total 3.535 orang.

Achmad Yurianto mengemukakan bahwa peningkatan kasus COVID-19 utamanya terjadi akibat ketidakdisiplinan warga menerapkan protokol kesehatan.

“Dari penelitian yang terus dilaksanakan para ahli, sekarang terlihat bahwa yang menyumbang kasus positif terbanyak adalah ketidakdisiplinan menggunakan masker. Ini menjadi penting. Oleh karena itu, kami mengingatkan kembali untuk menggunakan masker yang nyaman untuk digunakan,” katanya.

“Selalu menggunakan masker,” ia menekankan kembali.

. ANTARA

Loading

Comments

Baca Lainnya

OJK Perkuat Pengawasan Industri PPDP, Dukung Perekonomian Nasional

14 April 2026 - 08:21 WITA

Modus Janjikan Pengaturan Perkara, Empat Oknum Mengaku Pegawai KPK Ditangkap

10 April 2026 - 19:19 WITA

BPKH Salurkan Uang Saku Haji 2026, Jemaah Terima 750 Riyal untuk Kebutuhan di Tanah Suci

10 April 2026 - 15:46 WITA

Bongkar Mafia Narkoba di Balik Jeruji, Menteri Agus: Siap Sikat Tanpa Pandang Bulu

10 April 2026 - 13:59 WITA

OJK Perkuat GRC untuk Jaga Stabilitas Sistem Keuangan di Tengah Risiko Global

9 April 2026 - 08:30 WITA

Trending di Nasional