BERITA.NEWS, Sinjai — Kejaksaan Negeri (Kejari) Sinjai kembali bikin geger publik. Aparat penegak hukum (APH) tersebut melakukan penggeledahan besar-besaran di empat kantor pemerintahan, Selasa (11/11/2025).
Salah satu kantor yang digeledah ternyata pernah dipimpin langsung oleh Bupati Sinjai saat ini, Ratnawati Arif.

Langkah tegas Kejari Sinjai ini merupakan bagian dari penyidikan kasus dugaan korupsi dana hibah proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dengan total nilai mencapai Rp22 miliar.
Proyek ini disebut-sebut melibatkan sejumlah pejabat penting dalam jajaran Pemerintah Kabupaten Sinjai.
Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Sinjai, Kaspul Zen Tomy Aprianto, membenarkan adanya penggeledahan tersebut.
“Iya benar, ada empat titik yakni PUPR, BKAD, Bappeda, dan PDAM Sinjai,” ujarnya kepada Berita.News.
Penggeledahan dilakukan untuk mencari dokumen pelaksanaan proyek air bersih tahun anggaran 2019, 2020, dan 2023, yang diduga bermasalah secara administratif dan keuangan.
Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sinjai, Mohammad Ridwan Bugis, menegaskan pihaknya bekerja tanpa pandang bulu.
“Kami bekerja objektif, profesional, dan transparan. Tidak ada yang ditutupi, siapa pun yang terlibat akan kami panggil,” tegasnya.
Dari hasil penyelidikan, sejumlah nama besar di lingkup Pemkab Sinjai mulai diperiksa, termasuk Sekretaris Daerah (Sekda) Sinjai, Andi Jefrianto Asapa.
“Saya datang tadi jam dua siang memenuhi panggilan penyidik. Saat itu saya sebagai pengarah TAPD dan Pj Bupati Sinjai. Status saya masih sebagai saksi,” jelasnya.
Kasi Intelijen Kejari Sinjai, Jhadi Wijaya, menambahkan tim gabungan Pidsus kini bekerja maraton menelusuri seluruh aliran dana hibah PDAM.
“Tim bekerja maraton untuk mengungkap siapa saja pihak yang terlibat dalam pengelolaan dana hibah PDAM,” ungkapnya.
Hingga kini, tiga perkara utama sudah naik ke tahap penyidikan:
• Pembangunan SPAM Tahun Anggaran 2019 di Dinas PUPR Sinjai senilai Rp10,04 miliar.
• Pembangunan SPAM Tahun Anggaran 2020 di Dinas PUPR Sinjai senilai Rp9,62 miliar.
• Penggunaan Dana Hibah Tahun 2023 dari Pemkab Sinjai ke PDAM Tirta Sinjai Bersatu sebesar Rp2,3 miliar.
Yang membuat publik terkejut, salah satu kantor yang digeledah adalah Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sinjai.
Instansi tersebut yang dulu dipimpin langsung oleh Ratnawati Arif selama delapan tahun (2016–2024) sebelum ia mundur dan maju sebagai calon bupati.
Ratnawati kemudian memenangkan Pilkada 2024 bersama pasangannya, Andi Mahyanto Mazda, dengan dukungan kuat dari PPP, Gerindra, dan PDIP.
Keduanya resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta pada 20 Februari 2025, sebagai bagian dari pelantikan serentak 961 kepala daerah di seluruh Indonesia.
![]()
























