BERITA.NEWS, Luwu – Ketua KNPI Sulawesi Selatan Arham Basmin mengaku bahwa pada empat bulan yang lalu dirinya sudah mengusulkan agar Pilkada Serentak ditunda sementara, sebab badai pandemi covid-19 begitu massif terjadi di seluruh pelosok Negeri ini.
Hal ini diutarakan Arham ketika diskusi virtual dengan Ketua Komisi II Ahmad Doli Kurnia. Dia memberikan catatan bahwa anggaran Rp15 triliun untuk pilkada jauh lebih penting untuk dialihkan dalam memerangi Covid-19 dan juga untuk recovery persoalan perekonomian masyarakat ini.

Tetapi usulan yang ditawarkan oleh Arham Basmin ini tidak diindahkan oleh Komisi II dan perangkat lembaga KPU RI. Faktanya pada Pilkada Serentak ini ada kandidat bupati di wilayah Luwu Raya yang terkena corona dan harus menjalani isolasi.
Arham Basmin yang dihubungi oleh media ini mengatakan bahwa ia tetap konsisten kurang setuju Pilkada Serentak di Indonesia digelar di tengah wabah Covid-19. Sebab menurutnya, lebih penting menyelamatkan rakyat Indonesia daripada Pilkada Serentak. Negara ini tidak bubar kalau pilkada ini ditunda.
. MUH. ASRI
![]()





























