Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Makassar

Kadispar: Kurangi Bermain Gadjet, Hadirkan Game Tradisional di Ekstarkurikuler

badge-check

					Kepala dinas Pariwisata Kota Makassar, Ir.Hj. Rusmayani Madjid (BERITA.NEWS/Ratih Sardianti Rosi). Perbesar

Kepala dinas Pariwisata Kota Makassar, Ir.Hj. Rusmayani Madjid (BERITA.NEWS/Ratih Sardianti Rosi).

BERITA.NEWS, Makassar – Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Makassar kembali menggelar Makassar Tradisional Games Festival (MTGF) 2019 di Fort Rotterdam, Sabtu (26/20/2019).

Makassar Traditional Games Festival adalah kegiatan rutin yang diadakan oleh komunitas Jalan-Jalan Seru Makassar yang digagas pertama kali oleh Rere Alfarezi selaku founder Jalan-Jalan Seru pada tahun 2012.

Kali ini, MTGF yang bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Kota Makassar hadir dengan penyajian yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yaitu pembawaan sajian dalam bentuk Orkes Turiolo (ansambel). 

Kepala dinas Pariwisata Kota Makassar, Ir.Hj. Rusmayani Madjid mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat utamanya anak kecil tentang permainan-permainan tradisional yang dulu pernah ada di kota makassar.

“Kegiatan ini menjadi support kita sudah selama lima tahun berturut turut yang ke depan, kita akan melepaskan mereka secara mandiri, karena kita beranggap selama lima tahun kita support ini, sudah semakin baik semakin dipercaya oleh sponsor dan sebagainya dan sudah punya standar sehingga event-event yang ada di kota makassar sudah banyak yang punya standar,” imbuhnya.

Kadispar yang akrap disapa Maya itu mengaku akan terus mensupport apa yang menjadi lanjutan dari event tersebut, seperti pembuatan cendera mata sebagai penghargaan kepada pemain game tradisional.

Baca Juga :  WFH Pemkot Makassar, Munafri Gowes Bareng SKPD Pantau Kebersihan Kota

“Nanti ada buku literatur tentang kegiatan ini dan surat edaran dari pak wali misalnya ke dinas pendidikan untuk supaya menjadikan permainan tradisional ini menjadi salah satu mata pelajaran ekstrakurikuler sehingga ini bisa lebih memasyarakat,” kata Maya.

Maya berharap, game tradisional ini bisa terus berkembang di Indonesia khususnya di Kota Makassar. 

“Kalaupun ada orang yang bisa bikin aplikasi game, untuk mmm permainan tradisional kenapa tidak gitu. jangan hanya permainan-permainan dari barat saja ya, tapi ada baiknya mungkin dari permainan-permainan tradisional yang bisa dibikin aplikasi dalam bentuk game,” ungkapnya.

Selain itu, tambah Maya, melihat dampak yang positif dari game tradisional ini menginisiasi Dispar untuk menggelar MTGF yang sudah digelar delapan tahun berturut-turut.

“Sekarang anak-anak kan hanya main gadget saja, jadi hanya satu arah sehingga kepedulian terhadap sesamanya semakin berkurang, mereka lebih sendiri-sendiri semantara permainan tradisional itu mengerjarkan kerja sama dengan orang lain, mempunyai empati dengan orang lain, nah seperti itu harapan kami,” tambahnya.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini (26-27 oktober) menampilkan 14 game tradisional, antaranya gebo-gebo, cangkeh, dende-dender, main kelereng, dan tradisional.

  • Ratih Sardianti Rosi

Loading

Comments

Baca Lainnya

Gunakan Fasum Selama 30 Tahun, Lapak PKL di Jalan Tinumbu Bongkar Mandiri

18 April 2026 - 10:15 WITA

Antisipasi Kemarau Panjang, Damkar Makassar Siagakan 7 Posko & 60 Armada

17 April 2026 - 18:20 WITA

Menuju 10 Besar, 68 Peserta Ikuti Seleksi Komisioner BAZNAS Makassar

17 April 2026 - 14:13 WITA

WFH Pemkot Makassar, Munafri Gowes Bareng SKPD Pantau Kebersihan Kota

17 April 2026 - 13:45 WITA

Tanpa Konflik, Penertiban Lapak di Tallo Berjalan Tertib

17 April 2026 - 09:08 WITA

Trending di Makassar