Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Parepare

Kadisdikbud Parepare Tuding Jurnalis Sebagai Provokator Terkait Kasus Pemukulan Guru

badge-check

					Kantor Disdikbud Parepare. (Foto: Berita.News/ Wahyu) Perbesar

Kantor Disdikbud Parepare. (Foto: Berita.News/ Wahyu)

PAREPARE, BERITA.NEWS – Kasus pemukulan seorang guru terhadap siswanya yang sempat viral dan akhirnya berakhir dengan penyelesaian damai.

Hanya saja, justru memicu pernyataan kontroversial dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare, Makmur.

Ia menuding jurnalis yang meliput dan memberitakan peristiwa tersebut sebagai provokator yang justru memperkeruh situasi.

Kasus pemukulan tersebut sebelumnya telah dibahas dalam rapat di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Parepare pada Kamis, 16 Januari 2025.

Meski kasus tersebut sudah diselesaikan secara damai, Makmur menunjukkan ketidaksukaannya terhadap pemberitaan yang muncul terkait insiden itu.

Saat dikonfirmasi oleh wartawan, Makmur enggan memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai alasan pihaknya memilih penyelesaian secara damai.

Alih-alih memberikan klarifikasi, ia malah menunjukkan emosi dan secara terbuka menuding wartawan sebagai pihak yang memperburuk keadaan.

“Kita juga sembarang tong mau ditanyakan. Kalau sudah proses damai, damai-mi. Jangan-mi selalu bikin masalah lagi. Provokator-ko je kau,” ungkap Makmur pada Kamis, 16 Januari 2025.

Baca Juga :  Wali Kota Parepare Sampaikan Duka atas Wafatnya Tokoh Pendidikan Prof. Siri Dangnga

Makmur menambahkan, “Yang jelas damai-mi. Berarti ada kesepakatan anak-anak ini bisa belajar dengan baik, ibu guru tidak mengulangi. Sudah, tulis-mi begitu,” sambil menjelaskan bahwa dengan penyelesaian damai tersebut, pihaknya berharap agar proses belajar mengajar kembali berjalan dengan normal.

Lebih lanjut, Makmur menegaskan bahwa pihaknya telah memberikan sanksi teguran kepada guru yang terlibat dalam insiden pemukulan tersebut.

“Kan, saya sudah bilang tidak ditolerir. Ada kekerasan, pasti ada teguran,” jelasnya.

Namun, saat ditanya mengenai kemungkinan sanksi lebih berat, seperti larangan mengajar bagi guru yang bersangkutan, Makmur memberikan respons tegas dengan menyatakan bahwa hal tersebut dapat merugikan siswa.

“Kalau larangan mengajar, (itu) merugikan siswa. Bayangkan kalau 6 kelas diajar, siapa yang mau ajar, kau yang mau ajari,” ujarnya dengan nada keras.

Pernyataan Makmur yang menuding jurnalis sebagai provokator ini memicu berbagai reaksi, baik dari kalangan wartawan maupun masyarakat umum.

Banyak yang mempertanyakan sikap Kadisdikbud Parepare yang dinilai tidak objektif dan terlalu emosional dalam merespons pemberitaan mengenai insiden tersebut.

Kasus ini kini masih menyisakan tanda tanya besar mengenai bagaimana seharusnya penyelesaian yang adil dan bijaksana dalam menangani insiden kekerasan di dunia pendidikan. (*)

Loading

Comments

Baca Lainnya

Wali Kota Parepare Sampaikan Duka atas Wafatnya Tokoh Pendidikan Prof. Siri Dangnga

15 April 2026 - 20:04 WITA

wafat

Sambut HUT ke-66 Parepare, Tenaga Kesehatan PKM Lumpue Kompak Kenakan Busana Adat

14 April 2026 - 12:17 WITA

hut parepare

Gubernur Sulsel Hadiri Jalan Sehat “Gerak Itu Keren” di HUT ke-66 Parepare

12 April 2026 - 15:35 WITA

jalan-sehat

Tasming Hamid Lepas Kafilah MTQ Parepare, Tekankan Sportivitas dan Keikhlasan

11 April 2026 - 17:49 WITA

tasming-hamid

Peringatan HBP ke-62, Lapas Parepare Ajak Pegawai Donor Darah

8 April 2026 - 19:29 WITA

donor darah
Trending di Parepare