Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Pemprov Sulsel

Jelang Nataru, BI Sulsel Ingatkan Pemda Antisipasi Risiko Kenaikan Harga

badge-check

					High-Level Meeting (HLM) Bank Indonesia Sulsel bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) dengan tema “Upaya Pengendalian Inflasi jelang Momen HBKN Natal dan Tahun Baru (Nataru) (dok). Perbesar

High-Level Meeting (HLM) Bank Indonesia Sulsel bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) dengan tema “Upaya Pengendalian Inflasi jelang Momen HBKN Natal dan Tahun Baru (Nataru) (dok).

BERITA.NEWS,Makassar- Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Sulawesi Selatan (Sulsel) High-Level Meeting (HLM) dengan tema “Upaya Pengendalian Inflasi jelang Momen HBKN Natal dan Tahun Baru (Nataru).

BI Sulsel bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) serius membahas potensi risiko kenaikan harga tersebut di Baruga Phinisi, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulsel.

HLM dipimpin Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi, dihadiri oleh Kepala Perwakilan BI, Sekretaris Daerah Provinsi, Para Forkopimda, Bupati/Walikota, Instansi Vertikal, Organisasi Perangkat Daerah terkait, serta stakeholders lainnya.

Kepala BI Sulsel Rizki Ernadi Wimanda mengatakan pada periode Nataru secara historis beberapa komoditas perlu mendapat perhatian karena harganya cenderung meningkat.

Baca Juga :  Hari Jadi Enrekang ke 66, Andi Sudirman Serahkan Bantuan Rp 10 M: Sejahterakan Masyarakat 

“Cabai rawit, angkutan udara, bawang merah, beras, dan telur ayam ras. Selanjutnya, sebagai bentuk upaya pengendalian inflasi periode Nataru,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi, memberikan beberapa arahan strategis kepada seluruh Bupati/Walikota.

1. Melanjutkan urban farming melalui optimalisasi lahan dan penanaman bibit hortikultura bekerja sama dengan Dinas TPHBUN,

2. Mengoptimalkan cold storage dan pembangunan pabrik es mini di lokasi strategis, serta pemanfaatan teknologi Ozone untuk memperpanjang umur simpan ikan dan hortikultura,

3. Mengintensifkan GPM Serentak pada komoditas penyumbang inflasi serta meningkatkan serapan beras SPHP melalui koordinasi dengan Bulog,

4. Memperkuat kelancaran distribusi melalui perbaikan konektivitas dan peningkatan kewaspadaan mitigasi risiko banjir di daerah,

5. Mengoptimalkan BTT untuk biaya angkut komoditas, serta memperkuat moral suasion dan komunikasi publik (Belanja Bijak, Diversifikasi Pangan) untuk menahan ekspektasi inflasi.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Hari Jadi ke-66, Gubernur Sulsel Dorong Parepare Jadi Percontohan Pengelolaan Sampah Terintegrasi

14 April 2026 - 14:24 WITA

Hari Jadi Enrekang ke 66, Andi Sudirman Serahkan Bantuan Rp 10 M: Sejahterakan Masyarakat 

14 April 2026 - 08:13 WITA

Pengadaan Randis Lexus LM Sesuai Aturan dan Berbasis Efisiensi Aset

12 April 2026 - 05:51 WITA

UPT Jasa Layanan Kearsipan Sulsel Dorong Literasi Arsip Lewat Pameran Edukasi 

10 April 2026 - 15:31 WITA

Soroti Dugaan Penimbunan BBM, Sekda Sulsel Desak Aparat Tindak Tegas

7 April 2026 - 07:02 WITA

Trending di Pemprov Sulsel