Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Ini Strategi Ganjar Mengantisipasi Penolakan Vaksin Covid-19

badge-check

					Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memimpin rapat evaluasi penanganan Covid di ruang rapat kantornya di Kota Semarang, Rabu (6/1/2021). () Perbesar

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memimpin rapat evaluasi penanganan Covid di ruang rapat kantornya di Kota Semarang, Rabu (6/1/2021). ()

BERITA.NEWS, Semarang – Vaksin corona (Covid-19) sudah tiba di Jawa Tengah. Rencananya, mulai 14 Januari akan dilakukan vaksinasi, yang dimulai dari tenaga kesehatan (nakes), tokoh publik, hingga masyarakat.

Dalam tahap awal ini Jateng telah menerima 62.560 dosis vaksin untuk Covid-19 tersebut. Vaksin akan segera didistribusikan ke 35 kabupaten/ kota di Jateng.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo pun telah menyiapkan langkah antisipasi agar tidak ada penolakan dari pihak yang akan diberi vaksin.

“Yang menolak vaksin itu potensinya kan kalangan masyarakat. Ini akan kita sosialisasikan,” kata Ganjar usai rapat evaluasi penanganan Covid di ruang rapat kantornya di Kota Semarang, Rabu (6/1/2021).

Ganjar menjelaskan, potensi penolakan vaksin itu biasanya karena mereka merasa tidak percaya dan tidak tahu.

Karena itu, dengan sosialisasi yang dilakukan terus menerus, maka diharapkan pihak yang berpotensi melakukan penolakan akan bisa mengerti, kemudian bersedia untuk diberi vaksin.

Baca Juga :  Komitmen Tanpa Kompromi, Rutan Masamba Ikrar Bersih dari Narkoba dan Handphone

Apalagi nantinya tidak hanya vaksin Sinovac, tapi ada juga vaksin lain seperti Pfizer dan Moderna.

Adapun, kriteria yang dapat vaksin pertama adalah mereka yang berumur 18-59 tahun, tidak memiliki komorbiditas, tidak pernah Covid-19, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Saat ini, Pemerintah Jateng sedang menyiapkan diri siapa saja penerimanya. Termasuk kalangan nakes yang akan menjadi pihak awal diberi vaksin. “Yakni mereka yang mengurusi semua nakes, termasuk nakes TNI-Polri,” sambung Ganjar yang siap menjadi penerima vaksin yang pertama.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Yulianto Prabowo mengatakan, bahwa mengantisipasi adanya penolakan pemberian vaksin, maka perlu dilakukan langkah.

“Sosialisasi, edukasi yang bersifat persuasif. Jangan ada kesan dipaksa,” kata Yuli.

Menurut dia, penolakan biasanya muncul karena perasaan ragu-ragu. Oleh karena itu, vaksin diberikan kepada tokoh publik, hingga tokoh masyarakat supaya pihak lain yang berpotensi menolak, bisa mantap atau bersedia diberi vaksin. Saat ini, pihaknya tengah menunggu keputusan pusat terkait pendistribusian vaksin.

Pihaknya juga berharap masyarakat tetap menaati protokol kesehatan dalam setiap aktivitasnya, yaitu dengan menerapkan 4M, seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

  • YON

Loading

Comments

Baca Lainnya

Lapas Palopo Edukasi Warga Binaan Lewat Sosialisasi KUHP Baru

17 April 2026 - 18:47 WITA

Komitmen Tanpa Kompromi, Rutan Masamba Ikrar Bersih dari Narkoba dan Handphone

17 April 2026 - 12:43 WITA

Waspada El Nino, Kapolres Maros Serukan Siaga Kekeringan dan Kebakaran Hutan

15 April 2026 - 09:38 WITA

Kapolres Maros Dukung Gerakan Pangan, IKA PMII Siap Garap Lahan di Mallawa

14 April 2026 - 17:00 WITA

Rutan Masamba Diklaim Konsisten Razia, Aktivis Bantah Dugaan Pembiaran

14 April 2026 - 15:10 WITA

Trending di Daerah