Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Harga 1.000 Batang Singkong di Gunung Kidul Tembus Rp6,5 Juta

badge-check

					Petugas Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo menijau panen raya singkong di Kalibawang. (Foto ANTARA/HO-Wazan Mudzakir) Perbesar

Petugas Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo menijau panen raya singkong di Kalibawang. (Foto ANTARA/HO-Wazan Mudzakir)

BERITA.NEWS, Gunung Kidul – Lahan tanaman singkong seluas 45.816 hektare di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), memasuki masa panen pada Agustus ini dengan harapan mampu mendukung ketahanan pangan masyarakat dalam menghadapi pandemi COVID-19.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunung Kidul Bambang Wisnu Broto di Gunung Kidul mengatakan Gunung Kidul merupakan sentra penghasil ubi kayu atau singkong di DIY dengan total luas tanam saat ini mencapai 45.816 hektare.

“Pada akhir Juli lalu, petani sudah memanen singkong seluas 3.427 hektare. Sedangkan sisanya akan dipanen pada Agustus ini sehingga terjadi panen raya singkong di Gunung Kidul,” kata Bambang.

Ia mengatakan panen singkong ini tidak hanya mencukupi kebutuhan lokal, mengingat Singkong Ketan Bima Sena yang petani tanam banyak diminati orang dari luar Gunung Kidul.

“Petani mulai menanam Singkong Ketan Bima Sena yang memiliki nilai jual tinggi,” katanya.

Anggota Kelompok Tani Ngudi Raharjo di Dusun Plosokerep, Bunder Patuk, Tumiran mengatakan saat ini sedang mengembangkan singkong jenis Ketan Bima Sena. Ia menjelaskan singkong ini merupakan varietas lokal asli Gunung Kidul. Satu pohon bisa menghasilkan singkong seberat 6-7 kilogram. Adapun harga untuk saat ini dipasarkan Rp4.000-5.000 per kilogram.

Baca Juga :  Lapas Palopo Edukasi Warga Binaan Lewat Sosialisasi KUHP Baru

“Tapi saya menjualnya dengan sistem tebas. 1.000 batang dibeli seharga Rp6.500.000,” katanya.

Dia pun berharap harga singkong bisa terus stabil sehingga petani dapat memperoleh keuntungan. Untuk saat ini melakukan inovasi dengan cara stek batang singkong dengan cara membuka batang tuna. Diharapkan dengan model ini hasil Singkong Ketan Bima Sena bisa lebih produktif.

“Potensinya bisa mencapai 30-40 kilo per batangnya,” ungkapnya.

Anggota Kelompok Tani Ngudi Raharjo lainnya, Martono mengatakan saat ini sudah mulai panen singkong. “Hasilnya bagus dan singkongnya besar-besar,” katanya.

Dia mengakui belum tahu harga terkini singkong. Meski demikian, ia berharap harganya tetap tinggi sehingga hasil dari berkebun bisa dinikmati. “Tahun lalu harganya hanya Rp2.000 per kilogram. Mudah-mudahan sekarang harganya bisa lebih baik dan petani dapat memperoleh keuntungan,” katanya.

. ANTARA

Loading

Comments

Baca Lainnya

Lapas Palopo Edukasi Warga Binaan Lewat Sosialisasi KUHP Baru

17 April 2026 - 18:47 WITA

Komitmen Tanpa Kompromi, Rutan Masamba Ikrar Bersih dari Narkoba dan Handphone

17 April 2026 - 12:43 WITA

Waspada El Nino, Kapolres Maros Serukan Siaga Kekeringan dan Kebakaran Hutan

15 April 2026 - 09:38 WITA

Kapolres Maros Dukung Gerakan Pangan, IKA PMII Siap Garap Lahan di Mallawa

14 April 2026 - 17:00 WITA

Rutan Masamba Diklaim Konsisten Razia, Aktivis Bantah Dugaan Pembiaran

14 April 2026 - 15:10 WITA

Trending di Daerah