BERITA.NEWS, Barru – Salah satu program andalan Polres Barru adalah menggelar focus group discussion (FGD). Diskusi ini digelar rutin setiap hari Rabu.
Hari ini, Rabu (9/9/2020), FGD mengambil tema netralitas Polri dalam pilkada.

Focus group discussion adalah diskusi terfokus dari suatu group untuk membahas suatu masalah tertentu, dalam suasana informal dan santai. Jumlah pesertanya bervariasi antara 7-10 orang perkelompok dan diikuti sebanyak 6 kelompok.
Kegiatan FGD tersebut digelar di halaman Polres Barru setelah pelaksanaan apel pagi, dengan materi yang berbeda tiap minggunya.
FGD Rabu pekan ini membahahas tentang netralitas Polri dalam Pilkada Serentak 2020. Ada 14 larangan bagi anggota Polri dalam Pilkada Serentak 2020.
Hal tersebut menjadi bahan diskusi juga sekaligus mengingatkan institusi Polri dalam hal ini Polres Barru untuk tetap menegakkan kehormatan dalam menjaga netralitas Polri.
Kapolres Barru AKBP Welly Abdillah, SH., S.Ik mengatakan bahwa Polri berkewajiban menjaga pelaksanaan Pilkada agar berjalan dengan aman, damai, dan lancar.
Selain itu, Polri juga harus tetap menjaga netralitas dalam bertugas. “Dalam Pilkada Serentak tahun 2020, Polri dituntut untuk netral, sesuai dengan dasar hukum netralitas Polri yang diatur dalam sejumlah aturan,” kata Kapolres Barru, Rabu (9/9/2020).
Bahkan, Kapolres menegaskan apabila ada anggotanya yang kedapatan tidak netral, maka dia tidak akan segan-segan untuk memberikan tindakan tegas.
Kapolres mencetuskan kegiatan FGD rutin setiap hari Rabu dengan tujuan agar personel dapat memecahkan suatu permasalahan melalui diakusi sehingga memperoleh data dari suatu diskusi sekelompok, sehingga masalah tersebut dapat didefinisikan dan diberi penjelasan.
“FGD dilakukan untuk menyelesaikan masalah. Artinya, diskusi yang dilakukan ditujukan untuk mencapai suatu kesepakatan tertentu mengenai suatu permasalahan yang dihadapi oleh para peserta,” jelas Kapolres.
. MAULANA KARIM
![]()





























