Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Parepare

Enam SPPG di Parepare Belum Kantongi Sertifikat Laik Higienis Sanitasi, BGN Soroti Kelayakan Dapur Mitra MBG

badge-check

					Penyajian dan Pengisian Ompreng MBG di Salah Satu Dapur SPPG. (Foto: Biro Hukum dan Humas BGN) Perbesar

Penyajian dan Pengisian Ompreng MBG di Salah Satu Dapur SPPG. (Foto: Biro Hukum dan Humas BGN)

BERITA.NEWS, Parepare — Sebanyak enam dari delapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Parepare belum mengantongi Sertifikat Laik Higienis Sanitasi (SLHS) dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Padahal, sertifikat tersebut menjadi syarat penting bagi kelayakan operasional layanan penyediaan makanan bergizi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Parepare, Rahmawati Nasir, mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada pengajuan berkas penerbitan SLHS dari enam SPPG yang dimaksud.

“Belum ada pengajuan, enam SPPG sementara menunggu hasil laboratorium pangan dan air. Itu menjadi salah satu dokumen yang harus dilampirkan dalam pengajuan penerbitan SLHS,” jelas Rahmawati saat dikonfirmasi Selasa (14/10/2025).

Rahmawati menambahkan, setelah seluruh dokumen dinyatakan lengkap, pihak Dinas Kesehatan akan melakukan verifikasi berkas dan inspeksi lapangan untuk memastikan kelayakan sanitasi dan higienitas.

“Apabila dokumen dan hasil verifikasi lapangan memenuhi persyaratan, maka dikeluarkan surat penerbitan SLHS. Namun, jika belum memenuhi syarat, pihak SPPG harus melakukan pembenahan,” tegasnya.

Belum rampungnya penerbitan SLHS ini turut mendapat perhatian dari Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, yang menyoroti sejumlah dapur mitra Makan Bergizi Gratis (MBG) belum memenuhi standar kelayakan.

Baca Juga :  Wali Kota Parepare Sampaikan Duka atas Wafatnya Tokoh Pendidikan Prof. Siri Dangnga

“Dari Kuningan sampai NTB, saya sudah melihat beberapa dapur yang tidak layak. Saat awal launching, dapur yang belum diepoksi tidak boleh jalan. Tapi sekarang banyak dapur yang belum diepoksi justru sudah beroperasi,” ujar Nanik dalam Rapat Koordinasi Kejadian Menonjol Terkait Konsumsi MBG di Royal Kuningan Hotel, Jakarta.

Nanik menegaskan bahwa kondisi tersebut merupakan bentuk kelalaian bersama antara BGN, mitra dapur, dan SPPG yang perlu segera diperbaiki.

“Kita harus akui ini kelalaian kita bersama. Ini salah BGN, mitra, dan SPPG yang harus kita perbaiki bersama,” tandasnya.

Lebih lanjut, Nanik mengingatkan agar tidak ada pihak yang mencari keuntungan dari pengurangan bahan baku makanan dalam program MBG.

“Jangan sampai ada yang mengurangi bahan baku. Pak Prabowo sampai menghitung sendiri menunya, dan beliau menyimpulkan dengan Rp10.000 itu masih bisa pakai ayam dan telur. Jadi jangan dimarkup. Anggaran bahan baku itu harus penuh, selain susu, harus ada dua lauk, bukan satu,” tegasnya.

Menutup arahannya, Nanik meminta seluruh pihak yang terlibat untuk menjaga integritas dan saling mengingatkan dalam pelaksanaan program.

“Tolong saling mengingatkan ahli gizi dan akuntan untuk mengawal menu ini,” pungkasnya.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Wali Kota Parepare Sampaikan Duka atas Wafatnya Tokoh Pendidikan Prof. Siri Dangnga

15 April 2026 - 20:04 WITA

wafat

Sambut HUT ke-66 Parepare, Tenaga Kesehatan PKM Lumpue Kompak Kenakan Busana Adat

14 April 2026 - 12:17 WITA

hut parepare

Gubernur Sulsel Hadiri Jalan Sehat “Gerak Itu Keren” di HUT ke-66 Parepare

12 April 2026 - 15:35 WITA

jalan-sehat

Tasming Hamid Lepas Kafilah MTQ Parepare, Tekankan Sportivitas dan Keikhlasan

11 April 2026 - 17:49 WITA

tasming-hamid

Peringatan HBP ke-62, Lapas Parepare Ajak Pegawai Donor Darah

8 April 2026 - 19:29 WITA

donor darah
Trending di Parepare