Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Parepare

Dugaan Kekerasan Polisi Terhadap Narapidana di Parepare Dibantah Pihak RSUD Andi Makkasau

badge-check

					Polres Parepare Hadirkan Pihak RSUD Andi Makkasau pada Konfrensi Pers Kasus Kematian Narapidana. (Foto: Berita.News/ Wahyu) Perbesar

Polres Parepare Hadirkan Pihak RSUD Andi Makkasau pada Konfrensi Pers Kasus Kematian Narapidana. (Foto: Berita.News/ Wahyu)

BERITA.NEWS, Parepare – Kasus kematian seorang narapidana narkoba berinisial MR (50) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Makkasau, Parepare, tengah menjadi sorotan publik.

Dugaan adanya kekerasan fisik oleh oknum polisi sebelum korban menghembuskan napas terakhir mencuat setelah keluarga korban menyatakan menemukan luka lebam dan dugaan patah tulang rusuk pada tubuh MR.

Menanggapi hal tersebut, Polres Parepare menggelar konferensi pers dengan menghadirkan pihak medis dari RSUD Andi Makkasau, termasuk dokter spesialis paru yang menangani korban, dr Mala.

Dalam keterangannya, dr Mala menegaskan bahwa hasil pemeriksaan medis tidak menemukan adanya luka lebam maupun tulang rusuk yang menonjol seperti yang dituduhkan.

“Terkait luka lebam yang dialami oleh MR pada bagian dada, saat saya melakukan pemeriksaan, saya tidak menemukan. Untuk tulang rusuk yang menonjol pun saya tidak menemukannya,” ujar dr Mala, Sabtu (05/04/2025).

Ia menambahkan bahwa seluruh prosedur pemeriksaan telah dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku, termasuk pemeriksaan foto rontgen.

Hasilnya, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik seperti patah tulang atau lebam yang signifikan.

“Sesuai dengan SOP yang ada, kami tidak menemukan adanya lebam. Bahkan saat dilakukan foto rontgen pun kami tidak menemukan adanya patahan pada tulang rusuk pasien,” jelasnya.

Sementara itu, kakak korban, Agussalim, sebelumnya menyampaikan kepada awak media bahwa kondisi MR saat dijenguk keluarga pada malam takbiran sangat memprihatinkan.

Ia mengaku melihat tubuh adiknya penuh luka dan tidak bisa bergerak.

“Waktu malam takbiran, keluarga datang menjenguk dan melihat adik saya sudah tidak bisa bergerak karena sakit,” katanya.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman terhadap laporan yang beredar di masyarakat guna memastikan fakta-fakta yang sebenarnya.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Wali Kota Parepare Sampaikan Duka atas Wafatnya Tokoh Pendidikan Prof. Siri Dangnga

15 April 2026 - 20:04 WITA

wafat

Sambut HUT ke-66 Parepare, Tenaga Kesehatan PKM Lumpue Kompak Kenakan Busana Adat

14 April 2026 - 12:17 WITA

hut parepare

Gubernur Sulsel Hadiri Jalan Sehat “Gerak Itu Keren” di HUT ke-66 Parepare

12 April 2026 - 15:35 WITA

jalan-sehat

Tasming Hamid Lepas Kafilah MTQ Parepare, Tekankan Sportivitas dan Keikhlasan

11 April 2026 - 17:49 WITA

tasming-hamid

Peringatan HBP ke-62, Lapas Parepare Ajak Pegawai Donor Darah

8 April 2026 - 19:29 WITA

donor darah
Trending di Parepare