Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Hukum dan Kriminal

Ditampar Oknum Pegawai Dinas PUPR Sinjai Saat Demo, Kader GMNI Lapor Polisi

badge-check

					Tangkapan Layar Video Viral Oknum Pegawai Dinas PUPR Sinjai Tampar Pendemo. Perbesar

Tangkapan Layar Video Viral Oknum Pegawai Dinas PUPR Sinjai Tampar Pendemo.

SINJAI, BERITA.NEWS – Aksi unjuk rasa yang digelar kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) bersama warga Desa Terasa di depan Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sinjai, Jumat (27/12/2024), berujung ricuh.

Salah satu peserta aksi, Taufik, mengaku ditampar oleh oknum pegawai Dinas PUPR Sinjai.

Insiden ini terjadi di tengah tuntutan perbaikan jalan di Desa Terasa, Kecamatan Sinjai Barat, yang tak kunjung terealisasi.

Taufik, yang juga menjabat sebagai jenderal lapangan dalam aksi tersebut, mengaku tidak terima atas tindakan kekerasan tersebut.

Aksi penamparan oleh oknum pegawai Dinas PUPR Sinjai terekam kamera sehingga videonya pun viral.

Tak terima perlakuan oknum pegawai Dinas PUPR Sinjai itu. Taufik langsung melaporkan kejadian itu ke Polres Sinjai.

“Iyya, saya yang ada di video itu (ditampar). Barusan saya melapor di Mapolres Sinjai. Masalah ini sudah kami sepakati untuk dilanjutkan ke ranah hukum. Teman-teman GMNI juga akan turun lagi dengan massa lebih banyak, dan tidak ada kata damai untuk kasus ini,” ujar Taufik kepada wartawan.

Kronologi Kejadian

Menurut penuturan Taufik, insiden bermula saat massa aksi membakar ban di depan Kantor PUPR Sinjai sebagai bentuk protes.

Seorang pria berbaju kuning yang diduga sebagai pegawai Dinas PUPR Sinjai menghampiri massa dan meminta mereka untuk memadamkan api.

Namun, tanpa basa-basi, pria tersebut langsung menampar Taufik di depan aparat kepolisian dan Kepala Dinas PUPR Sinjai.

“Awalnya kami bakar ban, lalu ASN ini datang dan bilang ‘kasih mati’. Tapi tiba-tiba dia langsung menampar saya. Mestinya tidak usah main tangan. Mungkin karena ada bosnya (Kadis), jadi itu Kabid cari muka,” jelas Taufik.

Aksi penamparan tersebut memicu kericuhan antara massa aksi dan oknum pegawai PUPR.

Situasi sempat memanas sebelum akhirnya dilerai oleh aparat yang berada di lokasi.

Langkah Hukum

Atas kejadian ini, Taufik melaporkan tindakan arogan tersebut ke Polres Sinjai. Laporan tersebut telah diterima dengan nomor bukti: TBL/288/XII/2024/RES SINJAI.

Kasat Reskrim Polres Sinjai, Iptu Rahmatullah, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan tersebut.

“Laporan sudah kami terima dan akan kami tindaklanjuti sesuai dengan prosedur,” ujar Iptu Rahmatullah saat dikonfirmasi.

Tuntutan GMNI

GMNI Sinjai bersama warga Desa Terasa menuntut perbaikan jalan di wilayah mereka yang hingga kini tak kunjung dikerjakan meskipun sudah menjadi aspirasi masyarakat selama bertahun-tahun.

Aksi yang awalnya damai berubah menjadi ricuh akibat tindakan oknum pegawai PUPR Sinjai.

Taufik menegaskan bahwa GMNI tidak akan mundur dalam menyuarakan aspirasi rakyat.

Ia juga menambahkan bahwa aksi selanjutnya akan melibatkan lebih banyak massa untuk mendesak Pemerintah Kabupaten Sinjai segera menuntaskan permasalahan jalan di Desa Terasa.

“Kami akan kembali turun dengan massa yang lebih banyak. Ini bukan hanya tentang kekerasan, tapi juga tentang keadilan bagi masyarakat Desa Terasa,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas PUPR Sinjai belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut. (*)

Loading

Comments

Baca Lainnya

Polres Sinjai Tertibkan Arena Judi Sabung Ayam, Pelaku Diduga Melarikan Diri

14 April 2026 - 21:10 WITA

sabung-ayam

Dua Pelaku Penganiayaan di Turatea Jeneponto Diamankan, Polisi Buru Pelaku Lain

14 April 2026 - 19:12 WITA

penganiayaan

Wartawan di Sinjai Diintimidasi Usai Liput Penyaluran BBM Subsidi di SPBU, Said Mattoreang Lapor Polisi

14 April 2026 - 16:02 WITA

jurnalis

Penyidikan Sejak Awal 2025, Polres Sinjai Belum Umumkan Tersangka Kasus Ceklok Disdik

14 April 2026 - 15:36 WITA

korupsi

Kasus Batik ASN Pemkab Sinjai Dihentikan! Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan di Baliknya

14 April 2026 - 10:05 WITA

kain-batik
Trending di Hukum dan Kriminal