Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Makassar

Dishub Diback Up Satpol-PP Pemprov Razia “Pak Ogah” Sampai Dicukur Botak

badge-check

					Tim Gabungan tangkap razia Pak Ogah. (BERITA.NEWS/Andi Khaerul) Perbesar

Tim Gabungan tangkap razia Pak Ogah. (BERITA.NEWS/Andi Khaerul)

BERITA.NEWS, Makasssar – Puluhan Pak Ogah terjaring razia tim gabungan Dishub, Satpol-PP, Propam dan POM di sepanjang jalan Urip Sumoharjo hingga simpang lima Bandara Sultan Hasanuddin. Rabu (18/9/2018).

Setidaknya, ada 17 Pak Ogah berhasil di amankan. Akan didata dan dilakukan pembinaan. Tak hanya itu, mereka pun kena Cukur Botak gratis dari petugas Dishub dan Satpol-PP di lapangan kantor Gubernur.

Kepala Dinas Perhubungan Sulsel Pahlevi mengatakan razia ‘Pak Ogah’ merupakan tindaklanjut dari laporan masyarakat. Apalagi, mereka kerap menjadi biang kemacetan di jalan-jalan protokol di kota Makassar.

“Ini untuk mengurangi potensi kemacetan khususnya di daerah-daerah yang hampir tiap hari di tempati Pak ogah ya dan yang kedua ada potensi kriminal di situ karena beberapa laporan ini kalau ndak dikasih uang,” ucapnya.

Baca Juga :  WFH Pemkot Makassar, Munafri Gowes Bareng SKPD Pantau Kebersihan Kota

Pahlevi mengatakan keberadaan ‘Pak Ogah’ sudah jadi penyakit di masyarakat. Olehnya itu, mereka yang sudah terjaring akan diserahkan ke Dinas Sosial Provinsi dan Kota dilakukan pembinaan.

“Paling banyak di Jalan Urip jadi ada 2 jalan Urip dan Perintis sementara ini dulu. Nanti nyusul kemungkinan besar kita beralih ke semua jalan-jalan yang berpotensi banyak penghalang. Mengurangi kemacetan,” ujarnya.

Sementara itu, Dinas Sosial Provinsi Kasi Lanjut Usia dan Disabilitas, Muhammad Bakri mengatakan Pak Ogah ini akan dibina selama dua hari di Panti Pembinaan Maros.

“Kita amankan dulu 1-2 hari. Kalau tidak ada efek jeranya ini bahaya. Kita berikan pembekalan elektronik.  13 remaja ke atas 4 kategori anak. Kita Assessment juga mereka,” pungkasnya.

  • Andi Kharul

Loading

Comments

Baca Lainnya

Gunakan Fasum Selama 30 Tahun, Lapak PKL di Jalan Tinumbu Bongkar Mandiri

18 April 2026 - 10:15 WITA

Antisipasi Kemarau Panjang, Damkar Makassar Siagakan 7 Posko & 60 Armada

17 April 2026 - 18:20 WITA

Menuju 10 Besar, 68 Peserta Ikuti Seleksi Komisioner BAZNAS Makassar

17 April 2026 - 14:13 WITA

WFH Pemkot Makassar, Munafri Gowes Bareng SKPD Pantau Kebersihan Kota

17 April 2026 - 13:45 WITA

Tanpa Konflik, Penertiban Lapak di Tallo Berjalan Tertib

17 April 2026 - 09:08 WITA

Trending di Makassar