Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Dihantam Ombak, Kapal di Takalar Tenggelam, 13 Penumpang Selamat

badge-check

					Dihantam Ombak, Kapal di Takalar Tenggelam, 13 Penumpang Selamat Perbesar

BERITA.NEWS, Takalar – Ombak besar menghantam kapal milik Kepala Desa Rewataya,Tallasa Bombong saat hendak pulang dari Dermaga Takalar lama menuju Pulau Tanakeke.

Kapal dengan berat muatan sembilan ton ini mengangkut papan, batu merah, dan satu unit motor, selain itu juga mengangkut 13 penumpang.

Tallasa mengatakan, Kapal yang mereka tumpangi mendadak dihantam ombak besar sebanyak dua kali sebelum akhirnya mereka semua tenggelam. Menurutnya cuaca saat itu tiba-tiba memburuk.

“Cuaca tiba-tiba memburuk, kapal yang kami tumpangi itu langsung dihantam ombak sebanyak dua kali. Yg kedua kalinya itu kita langsung tenggelam sekitar jam 10 pagi,” ujar Tallasa Bombong.

Setelah hampir dua jam lamanya terombang-ambing di lautan, dari jauh muncul kapal milik Daeng Nai. Akhirnya Ke-13 penumpang tersebut dievakuasi ke kapal milik Daeng Nai.

“Bersyukurnya kami ditemukan
seorang pelaut bernama Daeng Nai sekitar pukul 12 siang, yang hendak menuju pulau Tanakeke. Kami terombang-ambing kurang lebih itu hampir dua jam lamanya,” tutur Tallasa.

Baca Juga :  Lapas Palopo Edukasi Warga Binaan Lewat Sosialisasi KUHP Baru

Para korban pun akhirnya dibawa menuju Desa Tompotana untuk mendapatkan perawatan Medis dirumah Bidan Puskesmas Tanakeke.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Tanakeke Herianto Ali membenarkan jika ke-13 korban kecelakaan laut tengah dirawat di rumah Bidan Tanakeke. Kondisi mereka awal ditemukan sangat lemah, Namun kini berangsur membaik.

“Karena terlalu lama berenang di laut, semua korban dalam kondisi loyo. Dan sekarang ke-13 korban sudah mulai membaik setelah mendapatkan bantuan oksigen, dan perawatan medis lainnya,” kata Herianto.

Disamping itu, Kapolsek Mappakasunggu, Iptu M Natsir mengatakan, semua awak kapal ditemukan dalam kondisi selamat. Kendati, kerugian yang ditaksir mencapai 350 juta.

“Beruntungnya semua selamat, tapi dari peristiwa ini kerugian mereka cukup banyak, sekitar 350 juta,” ujar Iptu M Natsir.

Diketahui, Ke-13 awak kapal yang tenggelam tersebut diantaranya, Kades Rewataya, Tallasa Bombong, Anto (20),
Masita (14), Daeng Jaya (50), Daeng Baso (42), Sudir (21), Ruswan (18), Iwan (18), Jumriani (19), Abdullah (18), Siang (22), Elsa (22), Pangeran (2).

  • Putri 

Loading

Comments

Baca Lainnya

Lapas Palopo Edukasi Warga Binaan Lewat Sosialisasi KUHP Baru

17 April 2026 - 18:47 WITA

Komitmen Tanpa Kompromi, Rutan Masamba Ikrar Bersih dari Narkoba dan Handphone

17 April 2026 - 12:43 WITA

Waspada El Nino, Kapolres Maros Serukan Siaga Kekeringan dan Kebakaran Hutan

15 April 2026 - 09:38 WITA

Kapolres Maros Dukung Gerakan Pangan, IKA PMII Siap Garap Lahan di Mallawa

14 April 2026 - 17:00 WITA

Rutan Masamba Diklaim Konsisten Razia, Aktivis Bantah Dugaan Pembiaran

14 April 2026 - 15:10 WITA

Trending di Daerah