Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Bupati Kudus Sidak, Wajibkan Tiap Pusat Perbelanjaan Miliki Satgas Covid

badge-check

					Bupati Kudus HM Hartopo saat sidak di salah satu pusat perbelanjaan di wilayahnya. Perbesar

Bupati Kudus HM Hartopo saat sidak di salah satu pusat perbelanjaan di wilayahnya.

BERITA.NEWS, Kudus – Bupati Kudus Jawa Tengah, HM Hartopo, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pusat perbelanjaan di wilayahnya.

Menjelang lebaran, aktivitas pengunjung di pusat perbelanjaan memang mengalami peningkatan. Bupati pun ingin memantau penerapan protokol kesehatan yang diterapkan pihak pengelola.

Sejumlah pusat perbelanjaan menjadi sasaran sidak, di antaranya Ramayana, Hypermart, dan ADA Swalayan.

Bupati mengatakan, pihaknya tidak ingin kecolongan tentang penerapan protokol kesehatan. Sebab bila lengah, maka dapat menimbulkan penyebaran Covid-19, akibat meningkatnya jumlah pengunjung di pusat perbelanjaan.

“Saya tak ingin terjadi gelombang pasang akibat penyebaran Covid-19 di Kabupaten Kudus menjelang lebaran nanti,” katanya saat sidak, Jumat (7/5/2021).

Karena itu, katanya, pihaknya bersama Forkopimda turun langsung untuk mengecek kondisi di sejumlah pusat perbelanjaan.

Baca Juga :  Komitmen Tanpa Kompromi, Rutan Masamba Ikrar Bersih dari Narkoba dan Handphone

Menurutnya, setiap pengelola pusat perbelanjaan wajib menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Saya beserta Forkopimda sekaligus bersama Korem/073 Makutarama turun untuk mengecek protokol kesehatan di tengah padatnya jumlah pengunjung,” jelasnya.

Hartopo mengakui, dari hasil pantauannya, masih ada pusat perbelanjaan yang tidak memiliki Satgas Covid untuk mengontrol arus kepadatan pengunjung.

Keberadaan Satgas harus mampu mengantisipasi terjadinya kerumunan dan mewajibkan pengunjung memakai masker.

Untuk itu, pihaknya mengimbau agar setiap pusat perbelanjaan memiliki satgas covid yang tersebar di pintu masuk dan tempat belanja.

“Saya masih lihat kesemrawutan dari pihak pengelola, tak ada satgas Covid yang bertugas untuk mengurai kepadatan pengunjung. Saya minta pada manajemen terkait, untuk menata ulang terkait prokes di pusat perbelanjaan, utamanya pembentukan satgas Covid,” tambah bupati.

  • Wakhyono

Loading

Comments

Baca Lainnya

Lapas Palopo Edukasi Warga Binaan Lewat Sosialisasi KUHP Baru

17 April 2026 - 18:47 WITA

Komitmen Tanpa Kompromi, Rutan Masamba Ikrar Bersih dari Narkoba dan Handphone

17 April 2026 - 12:43 WITA

Waspada El Nino, Kapolres Maros Serukan Siaga Kekeringan dan Kebakaran Hutan

15 April 2026 - 09:38 WITA

Kapolres Maros Dukung Gerakan Pangan, IKA PMII Siap Garap Lahan di Mallawa

14 April 2026 - 17:00 WITA

Rutan Masamba Diklaim Konsisten Razia, Aktivis Bantah Dugaan Pembiaran

14 April 2026 - 15:10 WITA

Trending di Daerah