Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Begini Cerita Mardiana hingga Masuk Nominasi Tenaga Kesehatan Teladan Tingkat Provinsi

badge-check

					Mardianah memperaktekkan senan dihadapan Tim Penilai Lomba Tenaga Kesehatan Tingkat Provinsi di Puskesmas Caile. (BERITA.NEWS/IL) Perbesar

Mardianah memperaktekkan senan dihadapan Tim Penilai Lomba Tenaga Kesehatan Tingkat Provinsi di Puskesmas Caile. (BERITA.NEWS/IL)

BERITA.NEWS, Bulukumba – Tidak sangka salah seorang perawat di Puskesmas Caile bernama Mardianah menjadi nominasi Tenaga Kesehatan Teladan kategori perawat tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. Mardianah terpilih karena aktif memberikan “Getar Cinta” kepada penyandang disabilitas, khususnya kepada anak-anak tuna rungu.

Getar Cinta yang diusung oleh perempuan kelahiran tahun 1982 ini adalah singkatan dari Gerakan Tuna Rungu Cerdas Emosional dengan Senam Otak. Getar Cinta ini adalah penelitian Mardianah untuk mengetahui apakah ada pengaruh senam otak (Brain Gym) terhadap peningkatan kemampuan memori jangka pendek anak tuna rungu.

Setelah melakukan dan mempraktekkan senam otak di siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Bulukumba, khususnya kepada anak-anak tuna rungu, hasilnya ternyata menggembirakan di mana senam otak dapat meningkatkan kecerdasan emosional dan meningkatkan kemandirian anak tuna rungu.

“Awalnya saya terinspirasi dari anak saya yang tuna rungu. Semua ibu menginginkan anaknya normal seperti anak lainnya. Setelah saya mengetahui dan memahami fungsi senam otak, saya pun mengajarkan senam otak kepada anak saya,” ujar Mardianah saat memaparkan penelitiannya kepada Tim Penilai Lomba Tenaga Kesehatan Tingkat Provinsi di Puskesmas Caile, Jumat (9/8/2019).

Dikatakannya tahap demi tahap dan sesering mungkin selama kurang lebih lima bulan ia melakukan ujicoba tersebut dan alhamdulillah membuahkan hasil. “Awalnya anak saya mengeluarkan kata-kata yang tidak jelas dan sekarang dapat mengeluarkan kata-kata yang sudah jelas dan kepercayaan dirinya pun sudah mulai terlihat,” ungkapnya.

Setelah berhasil dengan anaknya, ia pun menularkan kepada anak-anak tuna rungu di SLB Bulukumba. Menurutnya senam otak adalah belajar dengan keseluruhan otak melalui gerakan dan aktifitas yang memungkinkan orang bisa menguasai bagian otak yang semula tidak dikuasainya. Dengan demikian salah satu terapi bagi anak tuna rungu adalah dengan memberikan senam otak oleh karena anak tuna rungu memiliki gangguan utama pada otak.

Baca Juga :  Kapolres Maros Dukung Gerakan Pangan, IKA PMII Siap Garap Lahan di Mallawa

“Anak tuna rungu mempunyai kemampuan memori jangka pendek yang rendah disebabkan karena adanya abnormalitas pada bagian otak,” bebernya.

“Senam otak berisi gerakan yang sederhana yang dapat merangsang integrasi kerja bagian otak kanan dan kiri untuk dapat menghasilkan koordinasi fungsi otak yang harmonis sehingga dapat meningkatkan kemampuan memori,” tambahnya.

Wakil Bupati Tomy Satria Yulianto memuji sosok perawat Mardianah. Menurutnya apa yang telah dilakukan oleh Mardianah adalah hal yang luar biasa dan terpuji oleh karena telah memberikan perhatian terkait kesehatan dan perkembangan anak-anak penyandang disabilitas.

“Ini menunjukkan bahwa tenaga kesehatan kita telah memperlakukan penyandang disabilitas setara dengan warga lainnya. Bahkan memberikan perhatian khusus sehingga anak-anak tuna rungu menunjukkan perkembangan kepribadian yang positif,” kata Tomy saat menyampaikan sambutan di aula Puskesmas Caile.

Ketua Tim Penilai Provinsi Moh Husni Thamrin, mengapresiasi gerakan atau Getar Cinta yang telah dilakukan oleh Mardianah. Inovasi yang dilakukan Mardianah merupakan yang pertama di Indonesia. 

“Setahuku ini yang pertama di Indonesia. Sudah lama saya berkeliling melakukan penilaian kepada nominator tenaga kesehatan teladan, namun Getar Cinta yang diusung oleh Mardianah ini adalah hal yang pertama kalinya menyentuh penyandang disabilitas, khususnya anak-anak tuna rungu,” ungkapnya.

Pada seremoni penerimaan tim penilai, para anak-anak tuna rungu binaan Mardianah melakukan tari penyambutan kepada para tim penilai yang didampingi oleh Wakil Bupati dan Ketua Tim Penggerak PKK Siti Isniyah. Mardianah bersama 25 tenaga kesehatan lainnya dari beberapa kabupaten kota akan bersaing memperebutkan posisi lima besar yang akan mewakili Sulawesi Selatan ke tingkat nasional.

  • IL

Loading

Comments

Baca Lainnya

Komitmen Tanpa Kompromi, Rutan Masamba Ikrar Bersih dari Narkoba dan Handphone

17 April 2026 - 12:43 WITA

Waspada El Nino, Kapolres Maros Serukan Siaga Kekeringan dan Kebakaran Hutan

15 April 2026 - 09:38 WITA

Kapolres Maros Dukung Gerakan Pangan, IKA PMII Siap Garap Lahan di Mallawa

14 April 2026 - 17:00 WITA

Rutan Masamba Diklaim Konsisten Razia, Aktivis Bantah Dugaan Pembiaran

14 April 2026 - 15:10 WITA

Sikap Tebang Pilih Penilaian Korwil SPPG Maros Jadi Sorotan, hingga Abaikan Juknis

8 April 2026 - 02:55 WITA

Trending di Daerah