Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Bastian Lubis Bocorkan Indikasi Kerugian Negara Puluhan Miliar di Setwan DPRD Sulsel

badge-check

					Bastian Lubis Bocorkan Indikasi Kerugian Negara Puluhan Miliar di Setwan DPRD Sulsel Perbesar

Peneliti Senior PUKAT Bastian Lubis.(BERITA.NEWS/Andi Khaerul)


BERITA.NEWS, Makassar – Peneliti Senior Pusat Kajian Anti Korupsi (PUKAT) Universitas Patri Artha (UPA) Bastian Lubis membeberkan adanya temuan indikasi kerugian negara puluhan miliar di Sekretariat Dewan (Setwan) DPRD Sulsel tahun anggaran 2019.

Bastian menyebutkan ada 4 bentuk kerugian negara yang telah ia kaji bersama timnya. Pertama didapati telah terjadi ketekoran kas bendahara Setwan DPRD sebesar Rp 21 miliar lebih.

Kedua, terjadi kelebihan realisasi belanja operasional untuk pimpinan dewan Rp467 juta.

Ketiga, diduga terjadi kerugian negara atas kelebihan pembayaran kegiatan reses, perjalanan dinas, belanja barang dan jasa mark up, sosialisasi peraturan sebesar Rp 23 miliar lebih.

Keempat, pelaksanaan kegiatan penyebarluasan perda tidak sesuai dengan anggaran berbasis kinerjanya/input, output dalam DPA OPD Rp 63 miliar lebih.

“Kalau ditelusuri banyak SPJ yang fiktif dan harus dipertanggungjawabkan ke kas daerah. Indikasi potensi kerugian negara sangat nyata dan pasti. Seharusnya segera dikembalikan ke kas daerah,” ungkapnya, Kamis (18/6/2020).

Menurutnya, kejadian tersebut harus di usut siapa-siapa yang ikut terlibat dalam penggunaan anggaran.

Jangan sampai hanya mengorbankan bendahara saja dengan cara memasukkan dalam piutang lain-lain.

“Jelas ini harus diusut. Siapa-siapa yang menikmati. Jangan hanya korban satu jabatan bendahara saja,” tegas mantan Auditor Ahli BPK tersebut.

Andi Khaerul

Loading

Comments

Baca Lainnya

Mensos RI Tinjau Fasilitas Sekolah Rakyat MA 26 Makassar

18 April 2026 - 14:18 WITA

Gunakan Fasum Selama 30 Tahun, Lapak PKL di Jalan Tinumbu Bongkar Mandiri

18 April 2026 - 10:15 WITA

Lapas Palopo Edukasi Warga Binaan Lewat Sosialisasi KUHP Baru

17 April 2026 - 18:47 WITA

Antisipasi Kemarau Panjang, Damkar Makassar Siagakan 7 Posko & 60 Armada

17 April 2026 - 18:20 WITA

Menuju 10 Besar, 68 Peserta Ikuti Seleksi Komisioner BAZNAS Makassar

17 April 2026 - 14:13 WITA

Trending di Makassar