BERITA.NEWS, Parepare — Upaya menjamin keamanan pangan di Kota Parepare mulai menunjukkan perkembangan, namun fakta terbaru justru memunculkan tanda tanya besar.
Dari total 21 Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terdaftar, baru 11 yang dipastikan memenuhi standar dasar keamanan pangan.

Artinya, Hampir separuh dapur lainnya masih belum mengantongi sertifikasi penting tersebut.
Kabar terbaru menyebutkan, jumlah dapur yang telah memiliki Surat Laik Higienis Sanitasi (SLHS) memang bertambah.
Dua dapur baru, yakni SPPG Kampung Baru 002 dan SPPG Ujung Lare, resmi dinyatakan lolos setelah melewati proses administrasi.
Staf Dinas Kesehatan Kota Parepare, Yusri, membenarkan adanya penambahan tersebut.
“Ada tambahan dua dapur lagi yang sudah mengantongi SLHS, jadi sekarang sudah ada 11 dapur yang telah memiliki SLHS di Parepare,” ungkap Yusri, Rabu (06/05/2026).
Meski terlihat sebagai kemajuan, angka ini juga mengungkap realita lain masih ada 10 dapur yang belum memenuhi standar dasar keamanan pangan.
Padahal, SLHS bukan sekadar formalitas. Sertifikat ini menjadi syarat wajib yang menunjukkan bahwa dapur telah memenuhi standar kebersihan, sanitasi, serta pengendalian risiko pangan sesuai pedoman dari Badan Gizi Nasional.
Tanpa sertifikasi tersebut, potensi risiko terhadap kualitas dan keamanan makanan yang dikonsumsi masyarakat pun tak bisa diabaikan.
Dalam pedoman resmi, sertifikasi keamanan pangan disebut sebagai instrumen vital. Bukan hanya untuk memenuhi regulasi, tetapi juga sebagai bentuk komitmen terhadap perlindungan konsumen dan peningkatan mutu layanan.
Lebih jauh lagi, standar ini bahkan akan ditingkatkan melalui sertifikasi lanjutan seperti Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP), yang menuntut sistem pengawasan pangan lebih ketat dan terstruktur.
Pertanyaannya sekarang, kapan seluruh dapur SPPG di Parepare bisa benar-benar memenuhi standar?
Pemerintah berharap percepatan segera dilakukan agar seluruh dapur dapat tersertifikasi, demi menjamin keamanan pangan dalam program pemenuhan gizi masyarakat.
Penulis: Wahyu AS
![]()





























