Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Atasi Kekurangan Stok Darah, OPD Bulukumba Berkomitmen Donor Darah Tiap Tiga Bulan

badge-check

					Bupati Bulukumba menandatangani komitmen bersama mendukung penurunan jumlah kematian ibu dan bayi lahir di Kabupaten Bulukumba. (Berita.news/IL). Perbesar

Bupati Bulukumba menandatangani komitmen bersama mendukung penurunan jumlah kematian ibu dan bayi lahir di Kabupaten Bulukumba. (Berita.news/IL).

BERITA.NEWS, Bulukumba – Jajaran aparatur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lingkup Pemerintah Kabupaten Bulukumba berkomitmen untuk mendonorkan darahnya setiap 3 bulan atau secara berkala.

Komitmen ini dalam upaya mendukung penurunan jumlah kematian ibu dan bayi saat persalinan. Oleh karena salah satu faktor penyebab terjadinya kematian ibu saat melahirkan adalah kurangnya stok darah di rumah sakit. Akibatnya banyak pasien yang kekurangan stok darah.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemerintah Daerah melalui Dinas Kesehatan bekerjasama dengan USAID-Jalin menginisiasi Gawat Darurat Donor Darah sebagai salah satu solusi lokal untuk mendorong partisipasi pendonor darah di Kabupaten Bulukumba.

Sekretaris Dinas Kesehatan, Dr Wahyuni menyebutkan, pihaknya telah mengeluarkan Surat Edaran Bupati tentang Pelaksanaan Donor Darah Sukarela Berkala di OPD Kabupaten Bulukumba.

“Kita berharap para pegawai ikut berpartisipasi dan memberi contoh dalam gerakan donor darah. Dalam surat edaran Bupati ini, ada jadwal setiap OPD melakukan donor darah di kantornya masing-masing,” ungkap dr. Wahyuni.

Sementara itu, Bupati AM Sukri Sappewali menghimbau agar setiap kegiatan atau event yang dilaksanakan oleh instansi, baik instansi pemerintah maupun swasta menjadikan donor darah sebagai rangkaian kegiatan yang dilaksanakan. 

Baca Juga :  Lapas Palopo Edukasi Warga Binaan Lewat Sosialisasi KUHP Baru

Olehnya itu, pinta AM Sukri Sappewali pihak terkait seperti Dinas Kesehatan, Rumah Sakit dan Palang Merah Indonesia, harus menyiapkan personil dan sarana-prasarana pendukung agar kegiatan donor darah tersebut lebih mudah dilaksanakan dan terkoordinasi dengan baik. 

“Selain untuk menyehatkan, donor darah harus menjadi gaya hidup masyarakat Kabupaten Bulukumba. Gaya hidup untuk saling menolong, saling membantu atas nama kemanusiaan,” pinta AM Sukri Sappewali saat membuka acara pertemuan dalam rangka membangun Komitmen OPD dalam Memastikan Ketersediaan Darah, yang dilaksanakan di Ruang Pola Kantor Bupati, Rabu (17/7/2019).

Pada kegiatan tersebut, Bupati bersama pejabat Pemerintah Kabupaten Bulukumba menandatangani komitmen bersama mendukung penurunan jumlah kematian ibu dan bayi lahir di Kabupaten Bulukumba yang diinisiasi oleh Dinas Kesehatan, PMI Kabupaten Bulukumba dan Program USAID-Jalin.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba, diketahui jumlah kematian ibu saat melahirkan pada tahun 2016 sebanyak 4 orang, pada tahun 2017 meningkat menjadi 7 orang, tahun 2018 sebanyak 7 orang, dan per Juli 2019 ini sebanyak 2 orang.

  • IL

Loading

Comments

Baca Lainnya

Lapas Palopo Edukasi Warga Binaan Lewat Sosialisasi KUHP Baru

17 April 2026 - 18:47 WITA

Komitmen Tanpa Kompromi, Rutan Masamba Ikrar Bersih dari Narkoba dan Handphone

17 April 2026 - 12:43 WITA

Waspada El Nino, Kapolres Maros Serukan Siaga Kekeringan dan Kebakaran Hutan

15 April 2026 - 09:38 WITA

Kapolres Maros Dukung Gerakan Pangan, IKA PMII Siap Garap Lahan di Mallawa

14 April 2026 - 17:00 WITA

Rutan Masamba Diklaim Konsisten Razia, Aktivis Bantah Dugaan Pembiaran

14 April 2026 - 15:10 WITA

Trending di Daerah