Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Appi-Rahman Komitmen Wujudkan Pendidikan Berkeadilan, Guru TK Aisyiyah Sambut Antusias

badge-check

					Appi-Rahman Komitmen Wujudkan Pendidikan Berkeadilan, Guru TK Aisyiyah Sambut Antusias Perbesar

BERITA.NEWS, Makassar – Calon Wakil Wali kota Makassar, Abdul Rahman Bando, menegaskan, jika terpilih ia bersama Munafri Arifuddin akan memberikan perhatian lebih di sektor pendidikan.

Salah satu programnya yakni pendidikan berkeadilan akan diterapkan di seluruh layanan pendidikan di bawah naungan Pemerintah Kota Makassar. Baik sekolah Negeri maupun swasta, sebab tak boleh ada diskriminasi seperti yang masih terjadi saat ini.

Beberapa sekolah masih berstatus unggulan sementara sekolah yang lain nonunggulan sehingga perlakuan, layanan, dan perhatian yang diterima pun berbeda-beda.

Belum lagi terkait kualitas yang berbeda antara sekolah di wilayah satu dengan lainnya.

“Sekolah begitu tidak merata kualitasnya, tidak merata mutunya, kalau itu tidak bisa dibenahi bagaimana bisa kita membuat pendidikan makin baik,” ucapnya di hadapan puluhan guru TK Aisyiyah dan SD Muhammadiyah se-Makassar di Hotel Novotel, Jl Chairil Anwar, Sabtu (3/10/2020).

Pernyataan Rahman Bando ini cukup beralasan dan realistis, karena sebelum maju mencalonkan diri sebagai wakil wali kota, Rahman pernah menjabat Kepala Dinas Pendidikan Makassar.

Baca Juga :  Tanpa Konflik, Penertiban Lapak di Tallo Berjalan Tertib

Dengan pengalaman itu, seluk-beluk masalah pendidikan di Makassar ini ia kuasai dan tahu persis permasalahan tiap tahunnya yang harus dihadapi.

Penjabaran Rahman Bando juga dibenarkan dan dirasakan langsung guru-guru yang hadir pada pertemuan itu.

Andi Hasnah, guru TK Aisyiyah Tamamaung, Panakukang, mengatakan bukan hanya sekolahnya yang secara kualitas berebeda, tetapi tenaga pengajar juga berbeda.

Perbedaan kualitas itu menurutnya dikarenakan masih timpangnya pendapatan yang didapatkan di antara guru-guru ini.

“Honor guru kita itu ada yang hanya Rp 300 ribu, memprihatinkan, sehingga harapan kita bukan cuman berkeadilan di sisi sekolah saja tetapi itu tadi, di sekolah juga SDMnya diperhatikan,” tuturnya.

“Kami bangga dengan komitmen bapak dengan pendidikan berkeadilan, Insyaallah itu bisa terwujud dan Bapak bisa menjadi wakil wali kota nantinya,” sambungnya.

Terkait dengan keluhan tersebut adik dari Bupati Enrekang, Muslimin Bando, itu mengatakan, untuk urusan sekolah swasta tentu yang berkewajiban menyelesaikannya adalah pihak yayasan yang menaunginya.

“Tetapi sebagai pemerintah akan ada cara untuk bisa menyelesaikan persoalan ini. Biasaya untuk sekolah swasta itu anggarannya kan lebih banyak kepada pembangunan. Nah nanti pemerintah akan lihat apakah nanti sifatnya dana hibah pembangunan akan diberikan agar anggaran itu bisa digunakan Yayasan untuk meningkatkan pendapatan SDMnya,” terangnya.(*)

Loading

Comments

Baca Lainnya

Mensos RI Tinjau Fasilitas Sekolah Rakyat MA 26 Makassar

18 April 2026 - 14:18 WITA

Gunakan Fasum Selama 30 Tahun, Lapak PKL di Jalan Tinumbu Bongkar Mandiri

18 April 2026 - 10:15 WITA

Lapas Palopo Edukasi Warga Binaan Lewat Sosialisasi KUHP Baru

17 April 2026 - 18:47 WITA

Antisipasi Kemarau Panjang, Damkar Makassar Siagakan 7 Posko & 60 Armada

17 April 2026 - 18:20 WITA

Menuju 10 Besar, 68 Peserta Ikuti Seleksi Komisioner BAZNAS Makassar

17 April 2026 - 14:13 WITA

Trending di Makassar