Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Anir-Lutfi Terus Difitnah, Pengamat: Ujian Kemenangan

badge-check

					Anir-Lutfi Terus Difitnah, Pengamat: Ujian Kemenangan Perbesar

BERITA.NEWS, Pangkep – Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar, Ibnu Hadjar Yusuf menilai, kampanye hitam yang dialami pasangan calon Andi Nirawati-Lutfi Hanafi (Anir-Lutfi), menjadi bukti pasangan nomor urut 4 ini kian diperhitungkan di Pilkada Pangkep.

“Dalam hal kontestasi politik seperti ini, ada terpaan atau tuduhan sifatnya fitnah memang sering terjadi. Dan yang biasa diterpa hal demikian itu biasanya calon yang diperhitungkan. Jadi selamat kepada Anir karena ada yang galau dan khawatir, psikologi mereka terganggu, karena tidak bisa lagi beradu gagasan,” kata Ibnu, Kamis (29/10/2020).

Menurutnya, pergerakan Anir-Lutfi dan tim, memang sudah sangat baik. Tren elektabilitas pasangan ini juga semakin positif.

“Anir selalu hadir di masyarakat, di akar rumput, bersosialisasi sampai di media. Pendekatan ini saya rasa Anir memiliki kelengkapan yang matang. Bisa dikatakan ujian untuk kemenangan,” kata dia.

Baca Juga :  Komitmen Tanpa Kompromi, Rutan Masamba Ikrar Bersih dari Narkoba dan Handphone

Ibnu menjelaskan, selain mempelajari dan mengambil langkah hukum dari video tersebut, Anir-Lutfi dan tim tidak perlu menanggapi secara berlebihan, apalagi sampai terprovokasi.

“Pengamatan saya, Anir cukup tenang dan tidak gusar dengan isu tersebut. Dan saya lihat memang bukan kelas Anir menanggapi isu ini. Hal ini cukup bagus untuk psikologi tim. Karena yang terpenting bagi Anir-Lutfi saya pikir harus tetap solid. Kalau bisa semakin diterpa badai, Anir semakin kompak,” jelasnya.

Apalagi soal kampanye negatif “Jangan Jadikan Perempuan Pemimpin”. Isu gender bukan hal yang relevan lagi di masa sekarang ini.

“Beda masanya sekarang. Persoalan emansipasi wanita, tidak tabu lagi. Laki-laki juga cukup siap dipimpin seorang perempuan yang tentu secara konsep jelas dan matang. Tidak relevan-lah, sekarang sudah modernisasi, globalisasi dan zaman milenial,” pungkas Ibnu Hajar. (*)

Loading

Comments

Baca Lainnya

Lapas Palopo Edukasi Warga Binaan Lewat Sosialisasi KUHP Baru

17 April 2026 - 18:47 WITA

Komitmen Tanpa Kompromi, Rutan Masamba Ikrar Bersih dari Narkoba dan Handphone

17 April 2026 - 12:43 WITA

Waspada El Nino, Kapolres Maros Serukan Siaga Kekeringan dan Kebakaran Hutan

15 April 2026 - 09:38 WITA

Kapolres Maros Dukung Gerakan Pangan, IKA PMII Siap Garap Lahan di Mallawa

14 April 2026 - 17:00 WITA

Rutan Masamba Diklaim Konsisten Razia, Aktivis Bantah Dugaan Pembiaran

14 April 2026 - 15:10 WITA

Trending di Daerah