Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Nasional

Aman, Mentan SYL Perkirakan Akhir 2020 Masih Ada Stok Beras 6,1 Juta Ton

badge-check

					Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta, Senin (22/6/2020). (Kementerian Pertanian) Perbesar

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta, Senin (22/6/2020). (Kementerian Pertanian)

BERITA.NEWS, Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) memperkirakan neraca beras hingga akhir Desember 2020 masih tersisa stok sebesar 6,1 juta ton sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan selama masa pandemi.

Berdasarkan catatan Kementerian Pertanian (Kementan), stok beras pada akhir Agustus diperkirakan mencapai 8,7 juta ton, sementara perkiraan produksi mencapai 7,3 juta ton.

Dengan perkiraan kebutuhan konsumsi beras hingga Desember mencapai 9-10 juta ton, terdapat surplus atau stok akhir tersisa pada Desember mencapai 6,1 juta ton. Stok akhir Desember ini lah yang menjadi bekal (carry over) kebutuhan pangan pada tahun berikutnya, menjelang panen pertama pada tahun 2021.

“Stok akhir kita memasuki Desember, masuk ke Februari-Maret (2021) karena musim tanam selanjutnya adalah Februari-Maret, masih tersisa sekitar 6 juta ton,” kata SYL dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta, Senin (22/6/2020).

Mentan memaparkan bahwa luas panen Januari-Juni 2020 mencapai 5,83 juta hektare dengan produksi 29,02 juta ton atau setara 16,65 juta ton beras. Jumlah tersebut belum termasuk produksi dari musim tanam Oktober-Maret 2020 serta sisa beras impor yang dikelola Bulog yakni totalnya mencapai 5,9 juta ton.

Dengan perkiraan kebutuhan Januari-Juni sebesar 15,10 juta ton serta stok beras dalam negeri sebesar 5,9 juta ton, maka diperoleh stok beras akhir Juni mencapai 7,49 juta ton.

Mantan Bupati Gowa dua periode ini menjelaskan bahwa pada musim tanam kedua Kementan menargetkan luas tanam mencapai 5,6 juta hektare dengan produksi diperkirakan 12,5 juta-15 juta ton setara beras.

Untuk mengantisipasi kekeringan seperti yang diperingatkan FAO, Mentan menegaskan bahwa pihaknya melakukan percepatan tanam, terutama di sejumlah wilayah yang masih memiliki irigasi primer dan sekunder.

Ada pun sejumlah daerah yang menjadi andalan produksi padi pada musim tanam kedua ini adalah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Sumatra Selatan, Lampung, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Utara.

“Dari kurang lebih 94 dam yang airnya masih maksimal, terdapat 38 dam masih di atas rata-rata, termasuk di Jawa Barat di Jatiluhur masih penuh air. Kita masih optimis,” kata mantan Gubernur Sulsel dua periode ini.

. Antara

Loading

Comments

Baca Lainnya

OJK Perkuat Pengawasan Industri PPDP, Dukung Perekonomian Nasional

14 April 2026 - 08:21 WITA

Modus Janjikan Pengaturan Perkara, Empat Oknum Mengaku Pegawai KPK Ditangkap

10 April 2026 - 19:19 WITA

BPKH Salurkan Uang Saku Haji 2026, Jemaah Terima 750 Riyal untuk Kebutuhan di Tanah Suci

10 April 2026 - 15:46 WITA

Bongkar Mafia Narkoba di Balik Jeruji, Menteri Agus: Siap Sikat Tanpa Pandang Bulu

10 April 2026 - 13:59 WITA

OJK Perkuat GRC untuk Jaga Stabilitas Sistem Keuangan di Tengah Risiko Global

9 April 2026 - 08:30 WITA

Trending di Nasional