Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Adnan-Kio Bakal Siapkan Beasiswa untuk Guru Bahasa Daerah

badge-check

					Adnan-Kio Bakal Siapkan Beasiswa untuk Guru Bahasa Daerah Perbesar

BERITA.NEWS, Makassar – Aksara Lontara merupakan salah satu warisan kebudayaan dan sejarah Bugis-Makassar yang fenomenal. Perlu diketahui, tidak semua bangsa besar di dunia memiliki aksara. Salah satunya hanya Bugis-Makassar.

Makanya Calon Bupati dan Wakil Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan-Abdul Malaganni Karaeng Kio punya cara khusus, agar generasi saat ini masih mengenal dan tahu Aksara Lontara.

Hal ini diungkapkan oleh Adnan, saat menjawab pertanyaan Prof Dr Abdul Kadir Ahmad M.Si, saat Debat Publik III yang digelar Pilkada Gowa 2020, di Hotel Four Poin by Sheraton Makassar, pada Rabu (2/12/2020).

Peneliti Balitbang Agama Makassar itu menanyakan tentang bagaimana cara Adnan-Kio mempertahankan salah satu kearifan lokal Bugis-Makassar itu, yang belakangan agak terlupakan di kalangan milenial.

“Ada tidak program untuk masyarakat Gowa melek tulis dan baca Lontara? Supaya budaya kita itu tidak hilang. Karena sudah banyak bangsa di dunia kehilangan khasanah kebudayaannya karena sudah tidak digunakan dan tidak diajarkan,” tanya Prof Abdul Kadir.

Pertanyaan Prof Abdul Kadir dijawab lugas oleh Adnan. Katanya, program seperti itu sudah dijalankan di periode pertamanya.

“Kami sudah mengeluarkan kebijakan, khususnya sekolah di Kabupaten Gowa, ini kita masukkan kurikulum bahasa daerah. Memang belum semua SD sama SMP melaksanakannya, namun sudah ada beberapa sekolah yang menjadi percontohan,” katanya.

Baca Juga :  Rutan Masamba Diklaim Konsisten Razia, Aktivis Bantah Dugaan Pembiaran

Harapannya, lanjut Adnan, sekolah yang telah memberlakukan kurikulum itu, bisa jadi prototipe sebelum diberlakukan secara menyeluruh untuk SD dan SMP se-Kabupaten Gowa.

“Artinya apa? Ini yang harus kita pertahankan supaya anak, cucu, dan keponakan kita, tidak lupa juga terkait dengan Lontara, yang masuk dalam kategori bahasa daerah. Itu yang kita pertahankan dan itu yang menjadi komitmen kita untuk menjaganya,” tegas Adnan.

Dijelaskan pula, di Gowa ada namanya program “Imtak Indonesia”. Program ini mengganti pelajaran baca, tulis, hitung untuk siswa kelas 1 dan 2 SD.

“Kita ganti dengan kurikulum bermain, yang kita bentuk tim pakarnya, untuk merumuskan kurikulumnya. Nah di dalam program imtak ini diajarkan nasionalisme, diajarkan etika, diajarkan adat dan budayanya orang Sulawesi Selatan. Sehingga bukan hanya kecerdasan pikirannya, tetapi yang kita inginkan adalah karakternya. Nah oleh karena itu kita masukkan muatan daerah, untuk di kurikulum Imtak Indonesia ini,” papar Adnan.

Adnan juga menyambut baik usulan Prof Abdul Kadir, untuk menghadirkan guru-guru bahasa daerah yang dikuliahkan oleh pemerintah, yang secara khusus dipersiapkan menjadi tenaga pengajar bahasa daerah.

“Ini menjadi masukan bagi kami. Insya Allah kami akan akomodir demi mencetak guru bahasa daerah lewat program beasiswa dari pemerintah, untuk menjaga kearifan lokal kita, khususnya Lontara,” pungkas Adnan. (*)

Loading

Comments

Baca Lainnya

Waspada El Nino, Kapolres Maros Serukan Siaga Kekeringan dan Kebakaran Hutan

15 April 2026 - 09:38 WITA

Kapolres Maros Dukung Gerakan Pangan, IKA PMII Siap Garap Lahan di Mallawa

14 April 2026 - 17:00 WITA

Rutan Masamba Diklaim Konsisten Razia, Aktivis Bantah Dugaan Pembiaran

14 April 2026 - 15:10 WITA

Sikap Tebang Pilih Penilaian Korwil SPPG Maros Jadi Sorotan, hingga Abaikan Juknis

8 April 2026 - 02:55 WITA

Spirit Syekh Yusuf Digaungkan, Pemuda Sulsel Diminta Tampil Percaya Diri

25 Maret 2026 - 19:01 WITA

Trending di Daerah