Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Pemprov Sulsel

Abdul Hayat dan Komisi IX DPR RI Bahas Antisipasi Dampak Resesi 2023

badge-check

					Kunjungan Komisi IX DPR RI (Ist) Perbesar

Kunjungan Komisi IX DPR RI (Ist)

BERITA.NEWS,Makassar- Sekertaris Provinsi Abdul Hayat Gani, menerima Kunjungan Kerja Komisi IX DPR RI, di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (17/11/2022).

Abdul Hayat menjelaskan, kunjungan kerja tersebut membahas upaya pemerintah dalam mengantisipasi terjadinya dampak resesi ekonomi secara global untuk wilayah Sulsel.

“Resesi itu kan diperkirakan 2023. Komisi IX datang itu dalam upaya antisipasi, upaya preventif supaya jangan berimbas ke daerah kita,” kata Abdul Hayat.

Menurutnya, sejumlah upaya akan ia lakukan pemerintah tidak lain untuk memperkuat optimalisasi dalam menekan terjadinya inflasi.

Ia optimistis Sulsel tidak akan berdampak signifikan atas terjadinya resesi pada 2023 nanti.

Tidak hanya itu, lanjutnya, pemerintah juga berupaya agar dalam masa resesi nanti tidak ada perusahaan yang melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di Sulsel.

“Apa yang kita lakukan, semua yang kita bicarakan itu diperkuat dengan optimalisasi. Misalnya, bagaimana perbankan memberikan KUR yang baik, bagaimana koperasi UKM-nya

Baca Juga :  Pemprov Kebut Pengaspalan Ruas Aroepala Malam Hari, Atasi Keluhan Debu

tingkatkan, dampingi, termasuk memberikan subsidi di sektor transportasi supaya produknya orang tidak terlalu mahal di lapangan untuk menekan inflasi,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh, mengungkapkan, kehadiran komisinya di Sulsel untuk mengetahui kesiapan daerah, terutama pemerintah dan dinas terkait dalam menghadapi resesi nanti.

Pasalnya, kata Nihayatul, resesi yang akan terjadi nanti bukan resesi wilayah, meskipun saat ini Sulsel belum merasakan dampak apapun atas kemungkinan terjadinya resesi tersebut.

Namun, ia memastikan dampaknya secara perlahan akan sampai ke daerah, karena resesi ini merupakan resesi dunia yang menimpa beberapa negara termasuk Indonesia.

Sehingga, yang menjadi kekhawatirannya, ucapnya, yakni kemungkinan terjadinya PHK di sejumlah daerah.

Khususnya di Jakarta akan memberi dampak ke wilayah lain di Indonesia, termasuk di Sulsel.

“Itu yang sebenarnya kita khawatirkan. Mungkin memang belum sampai saat ini tapi secara nasional resesi ini bukan wilayah, tapi resesi dunia.

Pasti dampaknya akan bertahap dan pasti juga akan sampai. Yang kita khawatirkan adalah PHK,” ungkapnya.

Melalui upaya ini, Nihayatul berharap dampak resesi tidak terlalu besar terhadap para pekerja. Jika terjadi PHK, maka tugas pemerintah adalah harus bertanggung jawab dengan

mulai memberikan sejumlah bantuan ke masyarakat, seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan Bantuan Subsidi Upah (BSU).

Loading

Comments

Baca Lainnya

Mensos RI Kumpulkan Para Kadis Sosial se-Sulsel Ingatkan Pemuktahiran Data PKH

18 April 2026 - 20:52 WITA

Pemprov Kebut Pengaspalan Ruas Aroepala Malam Hari, Atasi Keluhan Debu

18 April 2026 - 09:36 WITA

Hari Jadi ke-66, Gubernur Sulsel Dorong Parepare Jadi Percontohan Pengelolaan Sampah Terintegrasi

14 April 2026 - 14:24 WITA

Hari Jadi Enrekang ke 66, Andi Sudirman Serahkan Bantuan Rp 10 M: Sejahterakan Masyarakat 

14 April 2026 - 08:13 WITA

Pengadaan Randis Lexus LM Sesuai Aturan dan Berbasis Efisiensi Aset

12 April 2026 - 05:51 WITA

Trending di Pemprov Sulsel