BERITA.NEWS,Makassar– Pemprov Sulsel bekerjasama dengan PT. Surveyor Indonesia dan PT. Bank Mandiri Cabang Makassar gelar sosialisasi Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).
Kegiatan sosialisasi P3DN ini juga mendapat suppor PT Bank Mandiri, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan PT Kawasan Industri Makassar (KIMA).

Kepala Dinas Perindustrian Pemprov Sulsel Ahmadi Akim mewakili Gubernur Andi Sudirman Sulaiman mengatakan sosialisasi P3DN ini sesuai instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 2 tahun 2022.
Inpres ini tentang Percepatan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri dan Produk Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Koperasi.
“Pemerintah Daerah berkomitmen untuk membelanjakan nilai Belanja APBD Sulawesi Selatan Tahun 2022 sebesar 41% ke belanja Produk Dalam Negeri atau sebesar Rp. 3.895.451.323.090,” ucapnya.
Alokasi ini setara dengan 95,35% dari Total Belanja Barang dan Jasa Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
“Karena kami yakin hal ini dapat memberi efek yang besar bagi pemberdayaan industri dalam negeri,
perkuatan struktur industri dalam negeri serta dapat mengoptimalkan produk dalam negeri pada pengadaan barang/jasa pemerintah,” ujarnya.
Selain itu, data dari Kementerian Perindustrian RI hanya 29 perusahaan di Sulawesi Selatan yang bersertifikasi TKDN. Hal ini tidak sebanding dengan jumlah industri di Sulsel. Ada 294 industri besar dan sedang, serta 23.000 IKM.
“Hal ini menjadi PR kita bersama untuk segera di tindaklanjuti. Kami berharap pemerintah pusat dapat memfasilitasi memberian sertifikat TKDN
pada tahun depan, akan menjadi penting dalam mendukung keberlangsungan usaha dari para pelaku industri,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala P3DN Kemenperin RI Nila Kumalasari mengatakan kebijakan amat sangat mendukung para pelaku usaha lokal serta membuka lapangan pekerjaan masyarakat.
“Suport usaha kecil, menciptakan lapangan kerja baru, banyak tenaga bisa terserap,” ujarnya.
![]()





























