Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Bastian Lubis Jabat Ketua TGUPP Kaltara, Targetkan 3 Hal Ini

badge-check

					Rektor UPA Bastian Lubis (BERITA.NEWS/Andi Khaerul). Perbesar

Rektor UPA Bastian Lubis (BERITA.NEWS/Andi Khaerul).

BERITA.NEWS,Makassar– Pengamat Keuangan Negara Bastian Lubis jabat Ketua Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Kalimantan Utara (Kaltara) per 1 April 2022.

Bastian Lubis mengatakan pihaknya akan memfokuskan pada 3 hal pembangunan di Kaltara dimasa kepemimpinan Zainal A Paliwang sebagai Gubernur dan Yansen TP Wakil Gubernur.

“Pertama kami ingin IPM (Indeks Pembangunan Manusia) Kaltara naik. Perekonomian, kesehatan, pendidikan harus naik,” ujarnya di Universitas Patria Artha. Sabtu (16/4/2022).

Bastian mengatakan hal kedua yakni, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga menjadi target TGUPP. Mengingat Kaltara salah satu daerah yang punya potensi kekayaan alam besar.

Apalagi penetapan Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kalimantan akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Kedua PAD harus naik. Karena ada potensi sangat besar, kami duga ada pembiaran atau ada oknum. Ketiga turunkan tingkat kemiskinan,” ujarnya.

Baca Juga :  Komitmen Tanpa Kompromi, Rutan Masamba Ikrar Bersih dari Narkoba dan Handphone

Olehnya itu, mantan Auditor senior BPK RI ini menilai semua Organsiasi Perangkat Daerah (OPD) terkait mesti komitmen hadirkan percepatan di Kaltara.

“Nah dengan stabilisasikan eselon II, III dan IV. Mengkonsolidasikan dinas terkait. Saya per 1 april menjabat jadi 6 bulan harus berubah kalau tidak kami evaluasi kepala dinasnya,” tegasnya.

Menurut, Bastian IPM di Kaltara masih sangat rendah, perlu ada atensi khusus pemerintah. Termasuk menggali potensi pendapatan.

“Jadi harus ada reformasi kepala dinas di sana harus di ubah mindset jadi bagi saya Kaltara ini raksasa besar yang tertidur. Punya potensi kekayaan alam besar,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bastian menilai sejak Kaltara menjadi Provinsi baru sudah ada Rp 21 ,2 Triliun untuk menjalankan pemerintahan termasuk pembangunan. Namun, belum terasa maksimal di masyarakat.

“Sejak 9 tahun lalu berdiri Kaltara sudah Rp 21.2 T uang disana. Tapi kelihatannya ada salah kelola, ini pendapat subjektif saya sebagai ahli keuangan negara.

Masih banyak dinas sewa kantor. Uang itu harusnya punya daya ungkit. Dari APBD kita bisa baca ini daerah mau kemana,” pungkasnya.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Lapas Palopo Edukasi Warga Binaan Lewat Sosialisasi KUHP Baru

17 April 2026 - 18:47 WITA

Komitmen Tanpa Kompromi, Rutan Masamba Ikrar Bersih dari Narkoba dan Handphone

17 April 2026 - 12:43 WITA

Waspada El Nino, Kapolres Maros Serukan Siaga Kekeringan dan Kebakaran Hutan

15 April 2026 - 09:38 WITA

Kapolres Maros Dukung Gerakan Pangan, IKA PMII Siap Garap Lahan di Mallawa

14 April 2026 - 17:00 WITA

Rutan Masamba Diklaim Konsisten Razia, Aktivis Bantah Dugaan Pembiaran

14 April 2026 - 15:10 WITA

Trending di Daerah