Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Kades Ini ‘Lockdown’ Tingkat RT Demi Melindungi Warga Lain di Desanya

badge-check

					Pintu masuk RT 01 RW 04 Dukuh Ngadipiro, Desa Grajegan, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo ditutup menyusul banyaknya warga setempat yang terpapar Covid-19. (ist) Perbesar

Pintu masuk RT 01 RW 04 Dukuh Ngadipiro, Desa Grajegan, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo ditutup menyusul banyaknya warga setempat yang terpapar Covid-19. (ist)

BERITA.NEWS, Sukoharjo – Kasus Covid-19 belum juga menunjukkan tanda-tanda usai. Bahkan, di sejumlah daerah terjadi peningkatan. Beberapa tempat terpaksa memberlakukan lockdown di tingkat rukun tetangga (RT) karena banyak warganya terpapar.

Salah satu yang melakukan lockdown adalah salah satu RT di Desa Grajegan, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Di desa itu, ada satu Rukun Tetangga (RT) yang di-lockdown karena tingginya kasus penularan Covid-19.

RT yang di-lockdown itu adalah RT 01 RW 04 Dukuh Ngadipiro, menyusul adanya 47 orang warga yang positif Covid-19.

Jalan utama masuk RT tersebut ditutup total dan dijaga oleh ketat oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

Warga dari dalam tidak boleh keluar, sementara tamu dari luar tidak boleh masuk kampung. Lockdown dilakukan sejak 25 Juni lalu dan baru akan berakhir pada 7 Juli nanti.

Kepala Desa (Kades) Grajegan, Mujiyono, menjelaskan bahwa pihaknya memutuskan untuk lockdown di RT tersebut karena untuk melindungi warga yang lain di desanya.

“Di RT ini ada 47 orang yang positif Covid-19 karena klaster hajatan,” jelas Mujiyono, kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, yang melakukan kunjungan ke desa tersebut pada Rabu (30/6/2021).

Mujiyono menjelaskan, untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat, pihaknya menggunakan program Jogo Tonggo. Semua logistik khususnya terkait makanan, disuplai dengan cara bantuan dari warga sekitar.

“Jogo Tonggo jalan bagus. Untuk logistik aman sampai lockdown selesai 7 Juli nanti. Beberapa RT tetangga juga bantu, termasuk warga kampung yang bekerja di daerah luar. Kami juga menggunakan anggaran desa untuk mencukupi kebutuhan,” katanya.

Baca Juga :  Lapas Palopo Edukasi Warga Binaan Lewat Sosialisasi KUHP Baru

Menurutnya, lockdown tingkat RT ia lakukan demi melindungi warga lain di desanya. Sebab sebelum lockdown, aktivitas keluar masuk warga di RT zona merah itu masih sering terjadi.

“Kalau tidak ditutup, kami khawatir akan menulari warga lainnya. Jadi kami memutuskan untuk lockdown,” jelas Mujiyono.

Pihaknya juga tidak henti-hentinya mengingatkan warga di desanya untuk selalu mematuhi protokol kesehatan (prokes), seperti memakai masker, rajin mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan juga mengurangi mobilitas.

Mendengar penjelasan itu, Ganjar sangat mengapresiasi langkah Kades Grajegan, yang dengan cepat mengambil keputusan me-lockdown RT yang masuk zona merah.

“Ini contoh bagus, lockdown level RT karena terjadi penularan cukup banyak akibat klaster hajatan. Jumlahnya 47 (orang) yang positif, sehingga satu RT di-lockdown. Ini tindakan yang sudah betul,” ujar Ganjar.

Ganjar meminta seluruh Kades/Lurah di Jateng tidak ragu melakukan lockdown tingkat RT apabila terjadi lonjakan kasus Covid-19.

Gerakan Jogo Tonggo bisa digerakkan, kearifan lokal masyarakat untuk saling membantu bisa dioptimalkan.

“Selain itu, anggaran dana desa boleh digunakan delapan persen untuk penanganan Covid-19. Di provinsi dan kabupaten/ kota juga ada anggaran itu, delapan persennya bisa dipakai. Jadi pakai saja, tapi untuk kepentingan yang khusus. Kalau urusan permakanan, saya kira bisa di-cover dari Jogo Tonggo,” jelas Ganjar.

Ganjar melakukan sidak penanganan kasus Covid-19 di Kota Surakarta dan Sukoharjo, Rabu (30/6/2021).

Selain mengecek rumah sakit dan program vaksinasi, Ganjar juga menyempatkan melihat penanganan Covid-19 hingga level desa.

  • Yon

Loading

Comments

Baca Lainnya

Lapas Palopo Edukasi Warga Binaan Lewat Sosialisasi KUHP Baru

17 April 2026 - 18:47 WITA

Komitmen Tanpa Kompromi, Rutan Masamba Ikrar Bersih dari Narkoba dan Handphone

17 April 2026 - 12:43 WITA

Waspada El Nino, Kapolres Maros Serukan Siaga Kekeringan dan Kebakaran Hutan

15 April 2026 - 09:38 WITA

Kapolres Maros Dukung Gerakan Pangan, IKA PMII Siap Garap Lahan di Mallawa

14 April 2026 - 17:00 WITA

Rutan Masamba Diklaim Konsisten Razia, Aktivis Bantah Dugaan Pembiaran

14 April 2026 - 15:10 WITA

Trending di Daerah