Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

PKK Gowa Belajar Buat Batik Shibori

badge-check

					PKK Gowa Belajar Buat Batik Shibori Perbesar

BERITA.NEWS, Gowa – Tim Penggerak PKK Kabupaten Gowa belajar membuat batik shibori untuk meningkatkan pengetahuan dalam bidang membatik di tengah pandemi Covid-19 ini.

Hal ini diungkapkan Ketua TP PKK Kabupaten Gowa, Priska Paramita Adnan saat membuka pelatihan tersebut di Baruga Tinggimae, Rumah Jabatan Bupati Gowa, Jum’at (25/9/2020).

“Hari ini sebanyak 15 orang pengurus PKK ikut pelatihan membatik bersama PKK Provinsi untuk mengisi waktu di masa pandemi ini dengan kegiatan yang positif,” ungkapnya.

Priska mengaku saat ini hanya 15 orang dulu agar pelatihan bisa lebih fokus dan berkualitas yang diharapkan nantinya bisa cepat paham dan bisa memproduksi batik shibori sendiri minimal untuk dirinya sendiri.

“Karena pandemi, jadi segini dulu jumlahnya supaya kita semua juga bisa lebih memperhatikan dan cepat paham. Nantinya merekalah yang akan mengajarkan kepada para kader PKK lainnya,” tambahnya.

Istri Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan ini berharap melalui pelatihan membatik nantinya akan muncul UMKM baru di bidang pembuatan batik shibori.

Sementara itu, Sekretaris PKK Provinsi Sulawesi Selatan dan juga berasal Rumah Batik Perintis, Zulfitriany D. Mustafa, mengatakan saat ini baru PKK Kabupaten Gowa yang dilakukan pelatihan batik shibori.

Baca Juga :  Komitmen Tanpa Kompromi, Rutan Masamba Ikrar Bersih dari Narkoba dan Handphone

Batik shibori sendiri merupakan jenis batik dari Jepang yang hanya menggunakan dua teknik yaitu teknik mengikat dan teknik menjahit yang kemudian akan menghasilkan motif atau corak sesuai dengan keinginan masing-masing.

“Jenis batik ini kita berikan ke masyarakat sebagai aktifitas positif di tengah pandemi Covid-19 ini. Selain lebih praktis dan mudah, jenis ini sedang trend dikalangan masyarakat saat ini sehingga semua kalangan bisa membuat,” bebernya.

Terkait penggunaan alat dan bahan, Zulfitriany mengaku hanya menggunakan kain, spidol, jarum, gunting, tali rafia, kawat, dan karet. Dimana proses awal membuat membuat motif terlebih dahulu pada kain lalu mulai menjelujur dan mengikat untuk membentuk motif tersebut. Pada prinsipnya semua kain yang diikat tidak akan terkena warna dan akan membetuk corak.

Sementara proses pencelupan dan pewarnaan dilakukan dengan tiga tahap yakni pertama menghilangkan bahan kimia dari kain menggunakan RO dan kedua memasukkan cairan naptol yang akan mengikat semua warna pada kain, dan terakhir membuat larutan garam yang akan memancarkain kain, lalu penjemuran tidak boleh terkena matahari langsung.

“Kami berharap setiap ibu memiliki tambahan skill dan sumber penghasilan ekonomi keluarga baru. Apalagi Sulsel terkenal dengan kain sutranya sehingga batik shibori ini sangat cocok untuk dibuatkan motif dan dipasarkan ke masyarakat,” harapnya.

  • Putri

Loading

Comments

Baca Lainnya

Lapas Palopo Edukasi Warga Binaan Lewat Sosialisasi KUHP Baru

17 April 2026 - 18:47 WITA

Komitmen Tanpa Kompromi, Rutan Masamba Ikrar Bersih dari Narkoba dan Handphone

17 April 2026 - 12:43 WITA

Waspada El Nino, Kapolres Maros Serukan Siaga Kekeringan dan Kebakaran Hutan

15 April 2026 - 09:38 WITA

Kapolres Maros Dukung Gerakan Pangan, IKA PMII Siap Garap Lahan di Mallawa

14 April 2026 - 17:00 WITA

Rutan Masamba Diklaim Konsisten Razia, Aktivis Bantah Dugaan Pembiaran

14 April 2026 - 15:10 WITA

Trending di Daerah