Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Tekno

5 Mahasiswa Unhas Ciptakan Mesin Pengering Cengkeh Skala Industri Rumah Tangga

badge-check

					Kelima mahasiswa Unhas didampingi dosen pembimbing Dr. Lantu, M. Eng, Sc.DESS bersama mesin pengering cengkeh skala rumah tangga. (Berita.news/Ratih Sardianti Rosi). Perbesar

Kelima mahasiswa Unhas didampingi dosen pembimbing Dr. Lantu, M. Eng, Sc.DESS bersama mesin pengering cengkeh skala rumah tangga. (Berita.news/Ratih Sardianti Rosi).

BERITA.NEWS, Makassar – TIM Program Kreativitas Mahasiswa  Penerapan Teknologi (PKM-T) yang berjumlah lima orang dari Universitas Hasanuddin (Unhas) didanai oleh KEMENRISTEK DIKTI berkolaborasi membuat mesin pengering cengkeh berbasis konsentrator optic cermin rangkap, guna membantu para petani cengkeh dalam proses pengeringan cengkeh.

Kelima Mahasiswa itu, Muh. Firmansyah (Fakultas MIPA), Dewi Fadillah (Fakultas MIPA), Ole Langsang (Fakultas Pertanian), Muh. Rezky Ariansyah (Fakultas MIPA), dan Ebit Wanda Lestari (Fakultas MIPA) dibawah bimbingan Dosen Dr. Lantu, M. Eng, Sc.DESS.

Ketua tim, Muh. Firmansyah mengungkapkan, ide ini lahir dari hasil diskusinya dengan dosen pembimbingnya yaitu Dr. Lantu, M. Eng, Sc.DESS, kemudian dikembangkan sehingga didapatkan desain mesin pengering cengkeh yang berbasis konsentrator optic cermin rangkap.

“Di Indonesia, cengkeh merupakan salah satu produk perkebunan yang menjadi unggulan. Bagian utama dari tanaman cengkeh yang bernilai komersial adalah bunganya yang sebagian besar digunakan dalam industri rokok” ucap Firman 

Baca Juga :  Gunakan Fasum Selama 30 Tahun, Lapak PKL di Jalan Tinumbu Bongkar Mandiri

Proses pengeringan cengkeh pada umumnya masih dilakukan secara konvensional, membutuhkan area penjemuran yang besar, membutuhkan jangka waktu pengeringan yang relatif lama, dan tergantung pada panas matahari, serta faktor polusi udara seperti debu dan asap kendaraan juga akan mempengaruhi mutu cengkeh. 

Oleh karena itu besar kemungkinan perubahan warna dan jamur akan muncul. Perubahan warna tersebut diakibatkan oleh kontaminasi dari lingkungan, seperti debu dan asap kendaraan, karena lokasi pengeringan berada pada pusat keramaian, mengingat lokasinya berada di sekitar jalanan utama tempat kendaraan lalu lalang. Munculnya jamur diakibatkan karena lamanya proses pengeringan serta kontaminasi udara.

Keterbatasan ini dapat diatasi dengan menggunakan “Mesin Pengering Cengkeh dengan Sistem konsentrator Optik cermin rangkap” dimana dengan menggunakan mesin ini, petani dapat menghemat waktu pengeringan, mengefisienkan lahan serta memanfaatkan sumber daya yang ada pada daerah tersebut, yaitu dengan tenaga surya dan tungku pembakaran biomassa apabila cuaca mendung atau pada malam hari.

  • Ratih Sardianti Rosi

Loading

Comments

Baca Lainnya

Telkomsel Luncurkan Ultra Mesh Wi-Fi, Internet Lebih Merata di Seluruh Rumah

18 April 2026 - 12:14 WITA

Gunakan Fasum Selama 30 Tahun, Lapak PKL di Jalan Tinumbu Bongkar Mandiri

18 April 2026 - 10:15 WITA

Antisipasi Kemarau Panjang, Damkar Makassar Siagakan 7 Posko & 60 Armada

17 April 2026 - 18:20 WITA

Menuju 10 Besar, 68 Peserta Ikuti Seleksi Komisioner BAZNAS Makassar

17 April 2026 - 14:13 WITA

WFH Pemkot Makassar, Munafri Gowes Bareng SKPD Pantau Kebersihan Kota

17 April 2026 - 13:45 WITA

Trending di Makassar