Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Keterbatasan Perangkat dan Jaringan, Sejumlah Siswa di Sidrap Terpaksa Belajar di tepi Jurang

badge-check

					Sejumlah Siswa Yang Sedang Mengikuti Kelas Online di Tepi Jurang di Kab. Sidrap. (Foto: Detik.com) Perbesar

Sejumlah Siswa Yang Sedang Mengikuti Kelas Online di Tepi Jurang di Kab. Sidrap. (Foto: Detik.com)

BERITA.NEWS, Sidrap – Sejumlah siswa di sebuah desa di Kabupaten Sindereng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, terpaksa belajar di tepi jurang guna dapat mengikuti pelajaran online. Mereka terpaksa mengambil resiko demi mendapatkan sinyal internet yang stabil.

Siswa tersebut berasal dari SD dan SMP dari Satu Atap (Satap) 11 Batu, Desa Tanataro, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidrap. Diketahui bahwa Desa Tanatoro berjarak kurang lebih sekitar 54 Kilometer di bagian timur ibu Kota Kab. Sidrap dan menjadi salah satu desa terjauh dari ibukota kabupaten.

Walau berada di daerah yang jauh dari perkotaan, semangat para siswa(i) patut diapresiasi. Demi mengikuti kelas online mereka harus bertaru nyawa dengan belajar di tepi jurang.

Lokasi tersebut diketahui merupakan satu – satunya lokasi/spot yang memungkinkan para siswa untuk mendapatkan jaringan internet untuk ponsel mereka. Kegiatan ini sudah menjadi rutinitas mereka selama masa pandemi COVID19.

rutinitas para siswa selama sekolah diliburkan karena pandemi COVID-19

rutinitas para siswa selama sekolah diliburkan karena pandemi COVID-19

Dibawah gubuk beratapkan daun pohon aren dan beralaskan papan mereka tetap serius mengerjakan tugas – tugas yang diberikan oleh guru mereka. Selain tempat yang sengat terbatas, mereka juga harus belajar bersama dikarenakan sejumlah siswa tidak memiliki ponsel atau perangkat pintar untuk mengikuti pelajaran.

Kepala sekolah SD/SMP Negeri Satap Batu, Baharuddin mengatakan bahwa anak – anak murid sekolahnya sudah lama belajar ditepi jurang seperti itu semenjak sekolah mereka ditutup sementara akibat Wabah COVID19 (Corona). Mereka terpaksa belajar bersama dilokasi tersebut lantaran beberapa siswa tidak memiliki ponsel/perangkat pintar untuk mengikuti pelajaran.

“Sebagian besar anak-anak ke sini untuk mengerjakan tugas secara kelompok yang telah diberikan oleh guru,” kata Baharuddin, Selasa, (28/7/2020).

“Di lokasi tersebut, anak-anak sudah terbiasa dan tidak takut meski mengerjakan tugas di tepi jurang. Mereka memilih lokasi itu karena titik tersebut terdapat jaringan seluler yang sulit ditemukan di tempat lain. Anak-anak juga sewaktu-waktu belajar mengajar melalui media daring bagi yang memiliki HP android,” tambahnya.

Baharuddin berharap agar wabah COVID-19 ini segera hilang supaya anak-anak kembali melakukan aktivitas belajar mengajar di sekolah.

“Tentunya kita sama-sama berharap agar kondisi ini kembali normal dan anak-anak bisa belajar seperti biasa,” tuturnya.

 

 

 

Sumber: Detik.com

Loading

Comments

Baca Lainnya

Komitmen Tanpa Kompromi, Rutan Masamba Ikrar Bersih dari Narkoba dan Handphone

17 April 2026 - 12:43 WITA

Waspada El Nino, Kapolres Maros Serukan Siaga Kekeringan dan Kebakaran Hutan

15 April 2026 - 09:38 WITA

Kapolres Maros Dukung Gerakan Pangan, IKA PMII Siap Garap Lahan di Mallawa

14 April 2026 - 17:00 WITA

Rutan Masamba Diklaim Konsisten Razia, Aktivis Bantah Dugaan Pembiaran

14 April 2026 - 15:10 WITA

HUMANISTIK UMSi Gelar HDC Season 2, Mahasiswa se-Indonesia Adu Gagasan di Sinjai

13 April 2026 - 13:53 WITA

debat mahasiswa
Trending di Pendidikan