Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Palopo-Luwu

Kanker Kepala Leher Tempati Peringkat ke-5 Terbanyak di Dunia, Kenali Gejalanya

badge-check

					Kanker Kepala Leher Tempati Peringkat ke-5 Terbanyak di Dunia, Kenali Gejalanya Perbesar

BERITA.NEWS, Luwu – Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Luwu, Hj Suherida A Sappaile bersama para pengurusnya mengikuti seminar kesehatan via aplikasi zoom meeting di ruang rapat kantor Bupati Luwu, Senin (27/7/2020).

Seminar kesehatan ini diselenggarakan oleh pengurus Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Sulawesi Selatan dalam rangka memperingati Hari Kanker Kepala Leher Tahun 2020.

dr Nuni Jufri yang menjadi pemateri menyampaikan tujuan seminar kesehatan ini adalah agar masyarakat dapat mengenali sejak dini jenis dan tanda kanker pada kepala leher.

“Berbicara soal jenis-jenis kanker, yang paling dikenal di kalangan masyarakat itu hanya kanker otak, kanker rahim dan kanker payudara. Padahal ada satu jenis kanker bernama kanker kepala leher yang menempati peringkat ke-5 terbanyak di dunia,” kata dr Nuni Jufri.

Menurut dr Nuni Jufri, kanker kepala leher merupakan kanker yang mengenai bagian rongga mulut, saluran cerna bagian atas, larynx, hidung, kelenjer, air liur kulit kepala leher, serta kelenjar gondok yang disebabkan karena kebanyakan mengkonsumsi alkohol dan rokok, makanan yang mengandung bahan pengawet berlebih, radiasi, virus, debu kayu dan faktor keturunan atau genetik.

“Beberapa jenis kanker kepala leher antara lain kanker mata, kanker mulut, kanker hidung dan sinus, serta kanker pita suara. Kanker yang berasal dari kepala atau leher biasanya menyebar ke kelenjar getah bening di leher sebelum menyebar ke bagian-bagian tubuh lainnya. Suatu benjolan di leher yang menetap lebih dari 2 minggu harus segera diperiksakan ke dokter,” lanjut dr Nuni Jufri.

Selain benjolan, gejala lain yang muncul diantaranya adalah keluhan sariawan yang lebih dari 2 minggu, luka di sekitar kepala leher yang tidak sembuh-sembuh, perubahan suara, luka terbuka atau pembengkakan di dalam mulut atau lidah yang tidak sembuh-sembuh dan sakit telinga yang terus menerus.

“Jika ada riwayat kelurga terdiagnosa kanker, maka harus melakukan check up rutin untuk diagnosis dini dan prognosis yang lebih baik. Kanker juga dapat dicegah dengan menciptakan lingkungan hidup dan lingkungan kerja yang sehat, serta menghindari polusi udara, kurangi makanan yang diawetkan atau menggunakan zat pengawet serta mengubah gaya hidup dengan gaya hidup sehat, berpikir positif, cukup istirahat dan berolahraga secara teratur,” anjur dr Nuni Jufri.

. MUH. ASRI

Loading

Comments

Baca Lainnya

Rutan Masamba Gelar Aksi Bersih Lingkungan Peringati HBP ke-62

8 April 2026 - 11:30 WITA

bersih-bersih

Razia Besar di Lapas Palopo, Barang Terlarang Disita, Tapi Ada yang Nihil

7 April 2026 - 15:49 WITA

razia

Rutan Masamba Gelar Tes Urine dan Penggeledahan Gabungan, Seluruh WBP Negatif Narkoba

7 April 2026 - 08:00 WITA

tes urine

Tak Disangka! Ratusan Petugas & WBP Lapas Palopo Jalani Tes Narkoba, Ini Hasilnya

6 April 2026 - 22:21 WITA

tes urine

Porseni WBP Resmi Dibuka di Rutan Masamba, Semarak Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62

31 Maret 2026 - 21:28 WITA

porseni
Trending di Palopo-Luwu