Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Makassar

Kapolrestabes Usul Kota Makassar Berlakukan PSBB III, Sudah Disampaikan ke Walikota

badge-check

					foto: net Perbesar

foto: net

BERITA.NEWS, Makassar – Kapolrestabes Makassar Kombes Yudhiawan Wibisono telah mengusulkan agar Pemkot Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), kembali memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Yudhiawan mengaku telah menyampaikan usulannya itu kepada pemerintah untuk menjadi bahan kajian.

“Saya sudah mengusulkan ke Bapak Walikota, bahwa kita kalau perlu ditinjau ulang kembali untuk memberlakukan PSBB,” ujar Yudhiawan kepada wartawan, Selasa (23/6/2020), mengutip Detikcom.

Yudhiawan mengatakan usulannya tersebut tidak terlepas dari tingginya angka harian positif COVID-19 di Sulsel, khususnya di Kota Daeng. Yudhiawan mengklaim Sulawesi Selatan menjadi penyumbang tertinggi positif Corona di Indonesia.

“Ini karena peningkatan yang luar biasa tajam dan bahkan peningkatannya nomor satu melebihi dari Jawa Timur dan Jakarta, 200 lebih dalam sehari,” terang Yudhiawan.

Sulawesi Selatan belakangan ini memang menjadi satu dari tiga daerah penyumbang tertinggi Corona di Indonesia. Khusus di edisi Jumat (19/6), Sulawesi Selatan menjadi nomor satu setelah mencatatkan 207 kasus dalam sehari, disusul Jakarta 141 kasus, dan Jatim 140 kasus.

Sementara untuk edisi 20-22 Juni 2020 alias edisi 3 hari terakhir, Jawa Timur menyumbang 800 kasus Corona, disusul Jakarta 449 kasus dan Sulawesi Selatan 335 kasus.

Baca Juga :  Triwulan II, Munafri Desak SKPD Bergerak Cepat, APBD Harus Tepat Sasaran

Terkait melonjaknya angka positif Corona di Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar, hal itu disebut karena karakter masyarakat yang belum cukup disiplin mematuhi protokol kesehatan. Untuk itu, PSBB disarankan agar dikaji lagi untuk diterapkan kembali.

“PSBB nanti kita rapatkan kembali, tapi itu saya usulkan kembali. Nanti ada pembicaraan rapat-rapat kembali, tapi intinya bahwa bagaimana caranya di kota Makassar, penyebaran Corona perlu berhenti, ini tinggi sekali, masyarakat susah diajak disiplin, kurang paham, ini kan sangat berbahaya,” terang Yudhiawan.

Namun untuk saat ini, lanjut Yudhiawan, polisi sementara fokus melakukan patroli bersama Satpol PP, meminta masyarakat lebih disiplin memakai masker, jaga jarak, dan sejumlah protokol kesehatan dalam kondisi new normal.

“Sementara kita masih memberikan imbauan kepada masyarakat. Sekarang ini saya sudah perintahkan Kasat Sabhara bergabung Satpol PP beserta Polsek jajaran untuk mengimbau masyarakat mematuhi protokol kesehatan di new normal,” pungkas Yudhiawan.

Untuk diketahui, kota Makassar sebelumnya telah menerapkan PSBB dalam dua tahap. Kedua tahap PSBB itu berlangsung pada 24 April hingga 21 Mei 2020.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Antisipasi Kemarau Panjang, Damkar Makassar Siagakan 7 Posko & 60 Armada

17 April 2026 - 18:20 WITA

Menuju 10 Besar, 68 Peserta Ikuti Seleksi Komisioner BAZNAS Makassar

17 April 2026 - 14:13 WITA

WFH Pemkot Makassar, Munafri Gowes Bareng SKPD Pantau Kebersihan Kota

17 April 2026 - 13:45 WITA

Tanpa Konflik, Penertiban Lapak di Tallo Berjalan Tertib

17 April 2026 - 09:08 WITA

Soal Aksi Seruan Dukung JK di Makassar, KALLA Minta Semua Pihak Menahan Diri

17 April 2026 - 05:21 WITA

Trending di Makassar