BERITA.NEWS, Bulukumba — Suasana di Ruang Pola Kantor Bupati Bulukumba mendadak penuh sorotan saat sebanyak 55 anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dari 11 desa resmi dilantik, Kamis (7/5/2026).
Namun, bukan sekadar seremoni biasa, momen ini justru diwarnai pesan tegas yang langsung menyentil para pejabat desa yang baru saja diambil sumpahnya.

Bupati Bulukumba, atau yang akrab disapa Andi Utta, tanpa basa-basi mengingatkan bahwa jabatan BPD bukan sekadar simbol atau formalitas belaka.
Ia menegaskan, posisi tersebut adalah amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Amanah ini bukan hal ringan. Ini tanggung jawab besar untuk ikut menentukan arah pembangunan desa dan pelayanan masyarakat,” tegasnya di hadapan para anggota BPD yang baru dilantik.
Pelantikan ini turut dihadiri sejumlah pejabat penting, termasuk Kepala DPMD Bulukumba, para camat dari wilayah Gantarang, Kindang, Bulukumpa, Herlang, hingga Rilau Ale, serta para kepala desa dan keluarga anggota BPD yang menyaksikan langsung prosesi tersebut.
Dalam sambutannya, Andi Utta juga menyoroti peran strategis BPD yang kerap dianggap sebelah mata.
Ia menegaskan bahwa BPD bukan hanya pelengkap administrasi desa, melainkan mitra penting kepala desa dalam menjaga pemerintahan tetap transparan dan berpihak pada rakyat.
Menurutnya, BPD harus berani tampil sebagai jembatan aspirasi masyarakat, bukan justru diam saat terjadi persoalan di desa.
“Jangan hanya duduk manis. BPD harus hadir sebagai pengawas, penyalur aspirasi, dan penjaga keseimbangan pemerintahan desa,” ujarnya dengan nada serius.
Tak hanya itu, ia juga mengingatkan potensi gesekan antara BPD dan kepala desa yang kerap terjadi di lapangan.
Andi Utta menegaskan bahwa perbedaan pendapat adalah hal wajar, namun tidak boleh berubah menjadi konflik berkepanjangan yang merugikan masyarakat.
“Perbedaan itu biasa, tapi jangan sampai jadi perpecahan. Bangun komunikasi yang sehat, karena tujuan kita sama, kesejahteraan rakyat,” tegasnya lagi.
Pemerintah Kabupaten Bulukumba sendiri, lanjutnya, terus mendorong desa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan pelayanan publik. Untuk itu, kolaborasi antara BPD, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kunci utama.
Di akhir sambutannya, Andi Utta memberikan pesan penutup yang cukup menohok. Ia meminta para anggota BPD menjaga kepercayaan masyarakat dan menjadi teladan dalam setiap tindakan.
“Jangan sampai kepercayaan rakyat yang sudah diberikan justru dikhianati. Jadilah pengayom dan mitra yang benar-benar bekerja untuk desa,” pungkasnya.
Adapun 11 desa yang anggota BPD-nya dilantik meliputi Desa Taccorong, Lamanda, Baruga Riattang, Sipaenre, Kahayya, Somba Palio, Sopa, Paccarammengang, Bontobangun, Pangalloang, dan Topanda.
Penulis: Syarif
![]()





























