Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Parepare

Baru 11 dari 21 Dapur di Parepare Kantongi Sertifikat! Sisanya Masih “Belum Aman”?

badge-check

					Proses Pengemasan Menu MBG ke setiap Ompreng. [Foto: Ist] Perbesar

Proses Pengemasan Menu MBG ke setiap Ompreng. [Foto: Ist]

BERITA.NEWS, Parepare — Upaya menjamin keamanan pangan di Kota Parepare mulai menunjukkan perkembangan, namun fakta terbaru justru memunculkan tanda tanya besar.

Dari total 21 Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terdaftar, baru 11 yang dipastikan memenuhi standar dasar keamanan pangan.

Artinya, Hampir separuh dapur lainnya masih belum mengantongi sertifikasi penting tersebut.

Kabar terbaru menyebutkan, jumlah dapur yang telah memiliki Surat Laik Higienis Sanitasi (SLHS) memang bertambah.

Dua dapur baru, yakni SPPG Kampung Baru 002 dan SPPG Ujung Lare, resmi dinyatakan lolos setelah melewati proses administrasi.

Staf Dinas Kesehatan Kota Parepare, Yusri, membenarkan adanya penambahan tersebut.

“Ada tambahan dua dapur lagi yang sudah mengantongi SLHS, jadi sekarang sudah ada 11 dapur yang telah memiliki SLHS di Parepare,” ungkap Yusri, Rabu (06/05/2026).

Meski terlihat sebagai kemajuan, angka ini juga mengungkap realita lain masih ada 10 dapur yang belum memenuhi standar dasar keamanan pangan.

Baca Juga :  Pemkot Parepare Genjot Kualitas Pendidikan, Tasming Temui Dirjen PAUD Dikdas

Padahal, SLHS bukan sekadar formalitas. Sertifikat ini menjadi syarat wajib yang menunjukkan bahwa dapur telah memenuhi standar kebersihan, sanitasi, serta pengendalian risiko pangan sesuai pedoman dari Badan Gizi Nasional.

Tanpa sertifikasi tersebut, potensi risiko terhadap kualitas dan keamanan makanan yang dikonsumsi masyarakat pun tak bisa diabaikan.

Dalam pedoman resmi, sertifikasi keamanan pangan disebut sebagai instrumen vital. Bukan hanya untuk memenuhi regulasi, tetapi juga sebagai bentuk komitmen terhadap perlindungan konsumen dan peningkatan mutu layanan.

Lebih jauh lagi, standar ini bahkan akan ditingkatkan melalui sertifikasi lanjutan seperti Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP), yang menuntut sistem pengawasan pangan lebih ketat dan terstruktur.

Pertanyaannya sekarang, kapan seluruh dapur SPPG di Parepare bisa benar-benar memenuhi standar?

Pemerintah berharap percepatan segera dilakukan agar seluruh dapur dapat tersertifikasi, demi menjamin keamanan pangan dalam program pemenuhan gizi masyarakat.

 

Penulis: Wahyu AS

Loading

Comments

Baca Lainnya

Hadapi Pembatasan Anggaran, Pemkot Parepare Langsung Konsultasi ke Kemendagri

9 Mei 2026 - 20:32 WITA

tasming hamid

Pemkot Parepare Genjot Kualitas Pendidikan, Tasming Temui Dirjen PAUD Dikdas

7 Mei 2026 - 18:03 WITA

pendidikan

Sidak Tengah Malam di Lapas Parepare, Petugas Temukan Barang Terlarang Ini

7 Mei 2026 - 12:13 WITA

sidak

Dukung Akreditasi Klinik, Lapas Parepare Jajaki Kerja Sama dengan RSUD Andi Makkasau

5 Mei 2026 - 17:39 WITA

klinik

CFD dan CFN Parepare Diserbu Warga, Tasming Dorong Ruang Publik Produktif

3 Mei 2026 - 09:11 WITA

umkm
Trending di Parepare