Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Nasional

Gejolak Papua, Mahfud MD Salahkan Belanda

badge-check

					Mahfud MD saat berkunjung ke kediaman mantan Wakil presiden Triu Sutrisno. (BERITA.NEWS/JUN). Perbesar

Mahfud MD saat berkunjung ke kediaman mantan Wakil presiden Triu Sutrisno. (BERITA.NEWS/JUN).

BERITA.NEWS, Jakarta – Mahfud MD dan Gerakan Suluh Kebagsaan Berkunjung di kediaman mantan Wakil Presidaen Trisu Trisno dalam  rangka membahas persoalan dan gejolak yang terjadi di Papua saat ini

Pertemuam tersebut berlangasung tertutup. Dalam pertemuan ini dihadir juga beberapa Tokoh penting Negara, Agama dan berbagai Ormas Islam.

Mahfud Menjelaskan terkait  konflik di Papua harus dilakukan dengan hati-hati dan mengedepankan nilai-nilai kebangsaan yang berdasarakan Pancasila. 

“Terkait dengan Papua apapun yang dilakukan, keseluruhan perjuangan kita maka perjuangan itu jangan sampai lepas dari nilai- nilai idiologi Kebangsaan, yaitu Pancaaila”, ungkap Mahfud kepada awak Media di Wisma Kementerian Pertahannan RI Jalan Imam Bonjol No 30 Kamis (3/10/2019)

Ia juga mengungkapkan dalam menyekesaiakan Persoalan Papua saat ini harus bijak, karena menurutnya di Papua masih tersimpan Benih-benih Separatis yang ditingalkan pada masa penjajahan Belanda, yang hingga saat ini ia menilai masih tersisa.

“Menyelesiakan persoalan Papua harus bijak, karena memang di Papua masih ada benih-benih separatisme yang ditinggalkan oleh penjajah belanda yang selalu mengerogoti kesetiaan naisonal sodara-sodara kita di Papua,” ungkap Mahfud.

“Banyak bangasa-bangsa luar yang mengincar Papua sehingga di sana ada yang selalu mempengaruhi gerakan Separatis”, lanjut dia.

Guru besar Universtas Indonesaia itu mengatakan meski saat ini ada konflik yang terjadi di Wilayah Indonesai yang paling timur itu sedang bergejolak, pada dasarnya mereka masih banyak yang cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia(NKRI), dan yang buat keributan hanya sebagian kecil saja.

“Pada dasarnya masyaralkat Papua masih banyak yang punya ksetiaan terhadap Bangsa ini, yang ada sekarang kelompok separatis yang jumlahnya sedikit”, pungkasnya.

  • JUN

Loading

Comments

Baca Lainnya

OJK Perkuat Pengawasan Industri PPDP, Dukung Perekonomian Nasional

14 April 2026 - 08:21 WITA

Modus Janjikan Pengaturan Perkara, Empat Oknum Mengaku Pegawai KPK Ditangkap

10 April 2026 - 19:19 WITA

BPKH Salurkan Uang Saku Haji 2026, Jemaah Terima 750 Riyal untuk Kebutuhan di Tanah Suci

10 April 2026 - 15:46 WITA

Bongkar Mafia Narkoba di Balik Jeruji, Menteri Agus: Siap Sikat Tanpa Pandang Bulu

10 April 2026 - 13:59 WITA

OJK Perkuat GRC untuk Jaga Stabilitas Sistem Keuangan di Tengah Risiko Global

9 April 2026 - 08:30 WITA

Trending di Nasional