BERITA.NEWS, Maros – Jajaran kepolisian di Kabupaten Maros mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi dampak fenomena El Nino yang berpotensi memicu musim kemarau panjang dan cuaca ekstrem.
Imbauan tersebut disampaikan oleh Kapolres Maros, Douglas Mahendrajaya, saat memimpin apel di halaman Mapolres Maros, Rabu (15/4/2026).

Ia menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam mengantisipasi berbagai risiko yang dapat ditimbulkan oleh fenomena tersebut.
Menurutnya, kondisi cuaca akibat El Nino dapat berdampak luas, mulai dari berkurangnya ketersediaan air bersih hingga meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan.
Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk lebih bijak dalam menggunakan air serta menghindari aktivitas pembakaran, baik lahan maupun sampah.
“Kesadaran bersama sangat dibutuhkan. Kami mengimbau agar masyarakat tidak melakukan pembakaran sembarangan dan tetap waspada terhadap potensi kekeringan,” ujarnya.
Fenomena El Nino sendiri merupakan pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang berdampak pada perubahan pola cuaca global.
Dalam kondisi tertentu, fenomena ini dapat menyebabkan kekeringan berkepanjangan, gangguan produksi pangan, hingga krisis air di sejumlah wilayah.
Sebagai langkah antisipasi, Polres Maros mendorong penguatan sistem peringatan dini berbasis data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, optimalisasi pengelolaan sumber daya air, serta peningkatan patroli di daerah rawan kebakaran seperti wilayah Camba dan Tompobulu.
Selain itu, upaya mitigasi juga difokuskan pada sektor pertanian melalui penyesuaian pola tanam dan penggunaan varietas yang tahan terhadap kekeringan.
Penyediaan cadangan pangan turut menjadi perhatian guna menjaga stabilitas pasokan di tengah potensi gangguan produksi.
Pihak kepolisian menegaskan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait agar langkah pencegahan dan penanganan dampak El Nino dapat berjalan secara efektif.
Melalui upaya tersebut, diharapkan masyarakat dapat lebih siap menghadapi potensi risiko yang muncul, sehingga dampak bencana dapat ditekan dan stabilitas sosial serta ekonomi tetap terjaga.
![]()





























